KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Nelayan Sawang Yang Hilang Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas Sampai Perairan Riau

Tim SAR Kesulitan Karena Cuaca Terus Buruk

RADIOAZAM.ID – Tiga hari dinyatakan hilang saat sampannya ditemukan tak bertuan, di perairan bibir Pantai Lubuk Desa Lubuk Kecamatan Kundur Senin kemarin (7/2/2022), nelayan bernama Jais (53) warga Kelurahan Sawang Kecamatan Kundur Barat tak juga ditemukan.

Sehingga tim SAR bersama masyarakat dibantu beberapa pihak lainnya, memperluas pencarian Jais, sampai ke perairan Riau.

Kasat Polairud Polres Karimun, AKP Binsar Samosir mengatakan, sampai saat ini tiga hari lamanya nelayan Sawang Kecamatan Kundur Barat bernama Jais tak kunjung ditemukan, tim SAR gabungan pun belum mendapatkan tanda-tanda.

“Karena tak kunjung ditemukan, maka pencarian nelayan yang hilang itu pun terus diperluas, sampai ke perairan Provinsi Riau,” ujar Binsar, Rabu (9/2/2022).

Sejauh ini, pencarian Jais terkendala dengan kondisi cuaca yang tak menentu, ditambah gelombang laut sekarang sedang tinggi, ditambah hujan badai sehingga menyulitkan pencarian.

“Sekarang musim panca roba, angin juga tidak menentu dan gelombang laut juga tak menentu,” tambahnya.

Namun menurut Binsar, tim SAR gabungan tidak putus asa dan terus melakukan pencarian, terhadap nelayan Sawang Kecamatan Kundur Barat yang hilang sejak tiga hari lalu.

Meski begitu, Binsar menyebut tim SAR gabungan akan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

“Pencarian masih terus dilakukan, semoga berhasil,” pungkas Binsar.

Seperti diberitakan, masyarakat di sekitar Pantai Lubuk Desa Lubuk Kecamatan Kundur heboh dengan ditemukan satu unit sampan nelayan, yang berisikan ikan segar hasil melaut namun tanpa ditemukan sang pemiliknya, Senin sore (7/2/2022).

Setelah disebar melalui berbagai sarana informasi, ternyata sampan tersebut diketahui milik seorang nelayan Kelurahan Sawang Kecamatan Kundur Barat bernama Jais (53).

Mulanya masyarakat melihat satu unit sampan yang masih terombang ambing dilaut tak jauh dari Pantai Lubuk, sehingga ditarik ke pantai. Setelah diperiksa seisi sampan masih lengkap dengan jaring dan ikan segar dari hasil melaut, kemudian ditemukan satu unit ponsel serta kartu Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) atas nama Jais.

Camat Kundur Barat, Khaidir membenarkan kabar hilangnya nelayan dari Kelurahan Sawang bernama Jais, yang diketahui melaut sejak pagi namun tak kunjung pulang.

“Jais pergi melaut sejak pukul 08.00 WIB tadi, tapi sampai sore tak juga pulang,” jelas Khaidir.

Karena sudah diketahui siapa pemilik sampan yang sempat menghebohkan itu, sehingga tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian terhadap nelayan bernama Jais yang hilang saat melaut.

“Sedang dilakukan pencarian oleh Basarnas dan Satpolair Polres Karimun, bersama masyarakat nelayan,” ungkap Khaidir.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close