KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

NU Kepri dan Yayasan Darul Mukmin Karimun Berduka, KH A Karim Ahmad Tutup Usia

RADIOAZAM.ID – Keluarga besar Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Kepri dan keluarga besar Yayasan Darul Mukmin di Kabupaten Karimun sedang berduka, mertua dari Asisten III Pemprov Kepri, Muhammad Hasbi bernama KH.A Karim Ahmad bin Ahmad meninggal dunia.

KH. A Karim Ahmad diketahui merupakan Ketua Mustasyar NU Provinsi Kepri tahun 2004 sampai tahun 2021, almarhum juga diketahui sebagai salah satu pendiri Yayasan Darul Mukmin di Kabupaten Karimun. Kini ayahanda dari Yuliana Hasbi telah pergi selamanya, ia menghembskan nafas terkahir di kediamannya, Jalan Jalan Gudang Minyak Kota Tanjungpinang, Pada Kamis dini hari (11/2) sekitar pukul 05.00 WIB.

Tutup usia 83 tahun, sepak terjang almarhum semasa hidupnya saat menetap di Provinsi Kepri cukup berpengaruh. Hal itu dapat dilihat dari profil atau biografinya, seperti pernah menjabat sebagai Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Kepulauan Riau hingga masa pensiun tahun 1999.

Kemudian menduduki posisi Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepri tahun 1999 hingga 2005, Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Provinsi Kepri tahun 2006 hingga 2010, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepri periode 1999-2004, Ketua I MUI Propvinsi Kepri periode 2004-2013, Ketua Umum MUI Provinsi Kepri tahun 2013 hingga 2021, Mustasyar NU Provinsi Kepri tahun 2004 sampai tahun 2021.

Semasa hidupnya, almarhum masuk ke Tanjungpinang sejak tahun 1953 lalu bersekolah di PGAN persiapan selama enam tahun, kemudian melanjutkan pendidikan dan kuliah di Yogyakarta Jurusan Mualimin tahun 1962, dan kembali ke Tanjungpinang berdinas di Pengadilan Agama Kabupaten Kepri.

Pria kelahiran Bengkalis-Riau 12 Juli 1937 itu juga sempat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, dari Partai NU sampai tahun 1971, lalu kembali lagi bekerja di Pengadilan Agama Kabupaten Kepri hingga masa pensiun.

Jenazah disemayamkan di rumah duka nomo 160 Jalan Gudang Minyak Kota Tanjungpinang, kemudian akan disholatkan di Masjid Assyuhada Gudang Minyak selepas sholat zuhur. Rencananya, almarhum akan dikebumikan pada siang ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pohon Lanjut Kota Tanjungpinang.

Rasa duka cita sangat dirasakan keluarga besar Yayasan Darul Mukmin, karena berkat campur tangan almarhum KH. A Karim Ahmad semasa hidupnya, kini yayasan yang menjadi perintis sekolah berkonsep Islam terpadu di Kabupaten Karimun itu tumbuh dan berkembang maju.

Direktur Yayasan Darul Mukmin, M Rasyid Nur mengungkapkan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya, seraya menyampaikan doa, semoga almarhum husnul khotimah dan diterima disiai Allah sesuai amal ibadahnya.

Rasyid juga telah merencanakan akan menggelar sholat ghoib bersama keluarga besar Yayasan Darul Mukmin, namun masih menunggu jenazah selesai dimandikan dan dikafankan.

“Tadi pagi kami sudah bersiap-siap akan menggelar sholat ghoib berjamaah, tapi ternyata dikebumikan selepas sholat zuhur dan belum dapat informasi apakah sudah dimandikan dan dikafankan, sehingga rencana sholat ghoib kami gelar dalam skala kecil atau ada yang melakukan sendiri-sendiri di lingkungan yayasan,” ucap Rasyid kepada radioazam.id.

Rasyid juga mengaku sempat berkomunikasi dengan Pembina Yayasan Darul Mukmin, Muhammad Hasbi yang merupakan menantu dari almarhum KH. A Karim Ahmad, untuk menyampaikan rasa dukacita dari keluarga besar Yayasan Darul Mukmin dan Radio Azam Fm.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close