KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Nyimas Novi Fokuskan Reses ke Sejumlah Pesantren Terkait Antisipasi Covid 19

Kapasitas Asrama Beberapa Pesantren di Karimun Dinilai Mengkhawatirkan

RADIOAZAM.ID – Kondisi Pondok Pesantren Arruadah Kecamatan Tebing dimasa pandemi covid 19 ini mengkhawatirkan. Karena kapasitas ruang belajar dengan ruang asrama ternyata tidak sebanding.

Sementara Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun berencana mengaktifkan kembali belajar disekolah, bagi seluruh siswa termasuk para santri pada 15 Juni mendatang, namun belum ada persiapan perencanaan antisipasi terhadap ruang asrama santri yang ruangannya dihuni lebih dari 40 orang.

Hal itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Arraudah Kecamatan Tebing, Ali Asmin saat menerima kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani dalam agenda reses, Selasa (2/6).

“Kapasitas ruangan belajar rata-rata ada yang 20 atau maksimal 30, sementara ruang untuk asrama melebihi kapasitas ruang belajar. Istilahnya sudah seperti ikan sarden, dempet-dempetan kalau tidur, ini yang masih kami khawatirkan ketika nanti belajar kembali diaktifkan disekolah,” kata Ali Asmin.

Namun dia merasa sedikit lega ketika telah ada bantuan yang diserahkan Nyimas Novi Ujiani dalam agenda resesnya, yang menyerap aspirasi dengan fokus kepada pondok pesantren pada daerah pemilihannya, yakni Dapil IV (Meral, Meral Barat dan Tebing).

“Tadi dapat bantuan masker, lalu alat thermo gun untuk pengecek suhu tubuh. Ada juga juga alat semprot disinfektan. Ini akan sangat bermanfaat sekali bagi para santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Arraudah, ditengah kondisi yang kami khawatirkan,” ungkapnya.

Jumlah santri di Pondok Pesantren Arraudah saat ini mencapai 394 orang dari segala jenjang pendidikan, dengan dibantu oleh sekitar 25 ustadz dan ustadzah.

Sementara, Nyimas Novi menyebutkan, alasan dia fokus terhadap pondok pesantren dalam reses kali ini, karena pondok pesantren sedikit rentan terhadap wabah atau virus.

“Pondok pesantren merupakan rumah kedua setelah rumah tempat tinggal kita. Para santri melakukan aktifitas sehari-harinya ya disini, pondok pesantren. Sehingga ini menjadi perhatian serius kami dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Karimun, dalam reses kali ini,” ungkap Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Karimun ini.

Foto bersama saat reses anggota DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani di Pondok Pesantren Arraudah Kecamatan Tebing, Selasa (2/6)

Disebutkannya, fokusnya Fraksi PKB DPRD Kabupaten Karimun terhadap ponok pesantren, tentu juga dalam rangka mengawal atas lahirnya undang-undang pesantren, apa lagi dalam masa pandemi covid 19 seperti apa protokoler kesehatan yang seharusnya diterapkan. Termasuk juga mencari tahu kendala apa saja yang dihadapi pondok pesantren saat ini, sehingga semua temuan dilapangan nantinya akan dibahas lebih lanjut di DPRD Kabupaten Karimun.

“Tadi kami sudah menyerahkan masker bagi ustadz dan ustadzah, termasuk juga untuk para santri kalau sudah masuk nantinya. Lalu ada alat semprot disinfektan yang akan ditempatkan di asrama putra dan putri. Yang masih kurang tadi alat pengukur suhu, masih perlu banyak karena santrinya juga cukup ramai. Mudah-mudahan nanti akan ada bantuan khusus dari pemerintah dan ini akan kita jembatani agar menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Nyimas Novi.

Seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Karimun lanjut Nyimas Novi, juga melakukan hal yang sama, memberikan perhatian khusus bagi pondok pesantren di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Hal itu merupakan bentuk kepedulian dan aksi nyata PKB, dalam mencegah covid 19 di pondok-pondok pesantren.

“Tentu apa yang kami lakukan dan yang kami berikan belum seberapa. Nantinya akan ada kelanjutannya dan para santri harus mendapatkan perhatian, sehingga perlu kita suarakan kepada pemerintah setelah kehadiran kami di pondok-pondok pesantren dari semua dapil,” terangnya.

Disinggung soal keluhan Pengasuh Pondok Pesantren Arraudah, bahwa kapasitas asrama tidak memungkinkan ditengah pandemi covid 19 saat ini, jika dibanding dengan kapasitas ruang belajar dikelas, Nyimas Novi akan menggelar pertemuan khusus nantinya bersama para pengasuh pondok pesantren se Kabupaten Karimun, dengan menghadirkan Kementerian Agama Kabupaten Karimun dalam membahas segala persoalan yang terjadi sejak wabah covid 19.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lengah dan tetap arahkan keluarga jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak. Serta jangan lupa mengenakan masker dan cuci tangan, karena itu semua merupakan bentuk protokol kesehatan pribadi.

Dihari yang sama, reses dilanjutkan ke Pondok Pesantren Darul Taufiq Kelurahan Sungai Raya Kecamatan Meral, lalu ke Lembah Murni Kelurahan Darussalam Kecamatan Meral Barat menemui warga. Rencana reses Nyimas Novi akan berlangsung selama enam hari di 12 titik, yang akan menyerap aspirasi di beberapa pondok pesantren, nelayan, warga dan banyak lagi. Yang notabene merupakan konstituennya.

Turut hadir dalam reses tersebut Kepala Kanmenag Kabupaten Karimun, Jamzuri, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close