KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Nyimas Novi: Jangan Sampai Ada Anak Yang Tidak Sekolah, 145 Peserta Didik KB dan PAUD se Kecamatan Meral Ikuti Pelepasan

RADIOAZAM.ID – Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani mengatakan, jika ada sekolah yang mengeluarkan anak lantaran tidak bayar SPP, agar segera lapor kepadanya, untuk segera ditindaklanjuti ke dinas terkait.

“Semua anak wajib mengenyam pendidikan sejak dari bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), jika ada kendala mengenai SPP atau keuangan yang lainnya dipastikan ada solusinya. Kalau anak bapak ibu atau siapapun yang dikeluarkan dari sekolah hanya karena masalah keuangan, silahkan lapor ke saya nanti akan dicarikan solusinya bersama Dinas Pendidikan. Karena mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggungjawab pemerintah,” kata Nyimas Novi saat menghadiri pelepasan peserta didik Kelomopok Bermain (KB) se Kecamatan Meral, di Aula Darunnadwah Masjid Agung Kabupaten Karimun, Selasa (14/6/2022).

Untuk itu, Nyimas Novi berpesan kepada semua orang tua wali murid dan seluruh masyarakat di Kabupaten Karimun, agar dapat mempercayakan kepada para guru maupun lembaga pendidikan, sehingga mengantarkan anaknya untuk di didik.

“Tetaplah percaya kepada kami Himpaudi dan para guru, kami juga mohon agar semua wali murid dapat menjadi humas atau corong kami, untuk menyampaikan dengan masayarakat jangan sampai ada anak-anaknya tidak sekolah. Jangan takut kalau tidak sanggup bayar, maka dari itu komunikasi jangan terputus harus aktif menyampaikan jika ada yang mengalami kendala,” pesannya.

Anggota DPRD Kabupaten Karimun dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku, akan getol mengajak masyarakat agar menyekolahkan anak-anaknya sejak dari usia dini, agar tidak ada kasus buta huruf.

Dalam kesempatan itu Nyimas Novi juga mengapresiasi Himpaudi Kecamatan Meral yang menggelar pelepasan peserta didik KB maupun PAUD, yang dilaksanakan dengan meriah dan melibatkan para orang tua wali murid, sehingga terlaksana dengan baik dan lancar.

“Pada pelepasan ini para orang tua wali murid ingin membuat kenangan yang indah ketika anak-anak selesai dari pendidikan PAUD atau KB, apa lagi Covid-19 di Kabupaten Karimun sudah bisa dikendalikan, sehingga ini merupakan perdana pasca pandemi dilakukan secara terbuka begini,” kata Nyimas Novi.

Dijelaskannya, PR dari para guru PAUD maupun KB sudah selesai dalam mengantarkan anak-anak untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, sehingga nantinya akan ada guru berikutnya yang mengajarkan membaca, menulis dan berhitung.

“Kita memang jenuh selama dua tahun ini belajar secara daring. Tapi guru-guru tetap menikmatinya karena mereka semua punya pola serta cara mendidik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Sugianto mengatakan hal yang sama, seraya mengapresiasi kegiatan pelepasan yang digelar oleh Himpaudi Kecamatan Meral, yang penuh semangat sehingga para peserta didik dapat menamatkan sekolahnya dan akan melanjutkan ke jenjang berikutnya.

“Terimakash kepada para Himpaudi Kecamatan Meral yang telah mengantarkan anak-anak ini sampai selesai masa pendidikannya, untuk melanjutkan ke Sekolah Dasar (SD). Semoga apa yang diberikan bagi peserta didik menjadi amal ibadah dan mendapat ganjaran dari Allah SWT kelak,” ucapnya.

Pada pelepasan peserta didik KB yang digelar Himpaudi Kecamatan Meral, diikuti sebanyak 145 orang dari 10 lembaga.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close