KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Nyimas Novi Luncurkan Program Peduli Kesehatan Bersama (PKB), Pasien Positif Diminta Harus Terbuka dan Tak Malu Jika Terkonfirmasi

Saling Awasi Bersama Pengurus PKB

RADIOAZAM.ID – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani meluncurkan program Peduli Kesehatan Bersama (PKB), yang digagas sebagai bentuk kepedulian PKB Kabupaten Karimun, terhadap kondisi Covid-19 di Kabupaten Karimun yang saat ini terus meningkat.

Dimana dalam dua hari terakhir, Sabtu dan Minggu terdapat 128 kasus positif baru di Kabupaten Karimun. Dan terjadi klaster pekerja bahkan terdapat beberapa WNA yang positif Covid.

“Kita melibatkan para RT sampai tingkat Kecamatan, konsepnya 10 orang dibuat dalam satu grup dan mereka saling mengawasi. Jadi dalam satu RT kalau ada 100 KK ya ada 10 kelompok atau grup, masing-masing akan ada koordinatornya. Kondisi yang terjadi setiap hari akan dilaporkan, mulai dari warga yang positif, yang diisolasi mandiri, atau kalau ada pendatang itu semua jadi bahan laporan mereka,” ujar Nyimas Novi disela kegiatan halal bihalal secara daring bersama DPP PKB, Minggu (23/5) di sekretariat DPC PKB Kabupaten Karimun Jalan H Arab Kecamatan Karimun.

Rencananya, program percontohan akan dipusatkan di Kelurahan Parit Benut Kecamatan Meral, yang merupakan Kecamatan tertinggi kedua di Kabupaten Karimun dalam kasus positif Covid. Selain mengerahkan masyarakat untuk saling mengawasi, nantinya pengurus partai akan menyerahkan desinfektan kepada masyarakat.

“Program PKB ini adalah lebih kepada peduli terhadap kesehatan. Jadi, Tetanggaku Kesehatanku, itu pesan yang ingin kita sampaikan. Program percontohannya nanti di sekitar pemukiman masyarakat tempat saya tinggal di Kelurahan Parit Benut Kecamatan Meral. Selain saling mengawasi, nantinya mereka akan kita ajarkan agar bisa buat desinfektan masing-masing,” katanya.

Dalam kesempatan itu Nyimas Novi juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak malu jika diketahui positif Covid.

“Jangan malu kalau terpapar Covid-19, kita kan tidak tahu saiapa yang terpapar Covid-19 sekarang. Ini yang mau saya ungkap. Makanya saya buat gerakan ini biar kita tahu, kita harus memutuskan mata rantai dan itu jelas,” katanya lagi.

Kegiatan PKB lanjutnya, sejalan dengan instruksi Bupati Karimun Aunur Rafiq yang menegaskan agar para Ketua RT dan RW dilibatkan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun.

“Instruksi Bupati tidak jalan sebagaimana yang diharapkan, maka dalam hal ini PKB turut andil menjalankan itu melalui konsep Peduli Kesehatan Masyarakat. Tidak perlu lagi teori yang matang baru dilakukan, cukup lah ini sebagai instruksi yang harus kita kembangkan sendiri, bagaimana sih cara kita mencegah, inilah yang ada dalam pemikiran saya. Para lebahnya PKB akan kita kerahkan dalam menyukseskan PKB, Peduli Kesehatan Bersama,” jelas Nyimas Novi.

Nyimas Novi juga mengkritisi keterbukaan pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Karimun. Bahkan data yang dimiliki harus disebar di semua Kecamatan agar dapat dilakukan antisipasi dari awal.

Dia juga meminta kepada stakeholder terkait, untuk dapat melakukan pemantauan terhadap para pekerja yang pulang dan pergi karena cuti kerja. Mereka keluar dari Pulau Karimun dengan menggunakan jalur alternatif, atau tidak melalui jalur resmi dari domestik.

“Saya dapat informasi ada pekerja yang mau pulang ke Batam, tidak melalui pelabuhan domestik tapi dari pelabuhan KPK yang lintas pulau dalam Kabupaten Karimun. Lelu dia menyeberang ke Pulau Parit, disana menyewa kapal menuju Batam. Semua perusahaan atau sub kontraktor harus menegaskan kepada para karyawannya, untuk tidak menggunakan cara-cara licik yang dapat merugikan masyarakat dan keluarganya,” pungkasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close