KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Nyimas Novi Pastikan Guru PAUD Tetap Mengajar Pada 13 Juli Meski Pandemi Covid 19

Dorong Himpaudi Karimun Bekali Guru PAUD Cara Mengajar Metode Daring

RADIOAZAM.ID – Sebanyak 180 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Kelompok Bermain (KB), mengikuti bimbingan teknis pengimbasan daring, yang digelar pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Karimun, Selasa (30/6).

Kegiatan yang dipusatkan di Sekretariat Himpaudi Kabupaten Karimun tepatnya di Pondok Otek Lubuk Semut Kecamatan Karimun itu, menghadirkan sembilan pemateri dari internal para pendidik PAUD, yang sebelumnya telah mengikuti bimtek daring, lalu menularkan ilmu yang telah didapat dan disebar kepada para guru yang laiinya sebanyak 180 orang.

Ketua Himpaudi Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani dalam membuka bimtek perimbasan daring tersebut mengatakan, bimtek tersebut sebagai langkah persiapan menjelang para siswa siswi PAUD dan KB masuk sekolah pada 13 Juli mendatang.

“Memang proses belajar mengajar siswa akan dimulai pada 13 Juli. Tapi untuk proses belajar mengajar PAUD dan KB akan dimulai pada November mendatang. Sehingga sambil menunggu jadwal tatap muka, maka mereka akan mengikuti belajar mengajar menggunakan metode daring. Dan ini lah persiapannya,” kata Nyimas Novi.

Bimtek yang dilaksanakan merupakan pelatihan kepada pada guru PAUD, yang digelar secara berjenjang dan dua tempat berbeda, guna menerapkan protokol kesehatan.

“Bimtek ini adalah untuk memberikan pembekalan kepada para pendidik PAUD, bagaimana sistem mengajar anak-anak dimasa pandemi ini, ada kegiatan secara daring apakah itu optimal dan bagaimana penerapannya, nah dari Bimtek ini lah mereka mendapatkan penjelasan dan menambah pemahaman, sebelum memulai mengajar melalui daring ataupun luring,” ungkap Nyimas Novi.

Dengan demikian lanjut Nyimas Novi, saat pembelajaran dilakukan dirumah saja maka seluruh PAUD di Kabupaten Karimun telah punya persiapan sambil menunggu tatap muka pada November mendatang.

Dia menyebutkan, kendala yang dialami guru PAUD memang soal pembelajaran yang digelar secara daring, sementara tidak semua orang tua peserta didik punya ponsel android, terlebih khususnya di pulau-pulau yang tidak memiliki jaringan internet yang mumpuni.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun ini juga menambahkan, pemerintah daerah juga perlu memperhatikan soal biaya pendidikan bagi sekolah swasta. Yang saat ini banyak wali murid yang kehilangan pekerjaan dimasa pandemi. Sehingga akan terkendala dalam membayar segala kebutuhan yang diwajibkan oleh sekolah.

“Harus ada kebijakan dari pemerintah, apakah memberikan bantuan kepada sekolah atau kemudahan bagi orang tua wiswa. Dengan demikian saya juga berharap agar pemerintah dapat fokus memberikan motivasi kepada guru-guru dan kepada para pendidik, supaya proses pembelajaran ini tetap dilakukan, walaupun dalam kondisi seperti apapun, jadi inovasi terobosan harus ada dan ini peran penting pemerintah untuk peduli,” ucapnya.

Sampai saat ini, ada 87 lembaha PAUD dan KB se Kabupaten Karimun yang berada dibawah naungan Himpaudi, degan jumlah tenaga pendidik 337 orang. Jika digabung dengan pendidikan sejenis seperti Taman Kanak-Kanak (TK) mencapai 100 lebih lembaga.

Sementara itu, Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Heni Riawati mengatakan, Bimtek yang digelar oleh Himpaudi Kabupaten Karimun merupakan terobosan yang sangat bermanfaat, tidak hanya efeknya terhadap peserta didik, tapi juga terhadap para tenaga pendidik yang ternyata memiliki persiapan dan inovasi dalam memberikan materi pembelajaran.

“Semoga bimtek ini dapat memberikan efek pembelajaran terhadap para peserta didik, sebagaimana yang kita sama-sama harapkan dimasa pandemi covid 19 ini,” harapnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close