KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Nyimas Novi Segera Usulkan Perda Anjuran Mengenakan Batik Lokal Karimun, Usai Peresmian Rumah Batik Karimun Oleh Dekranasda

RADIOAZAM.ID – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani, berencana akan memperkuat anjuran mengenakan pakaian batik hasil kerajinan masyarakat Kabupaten Karimun, dengan sebuah perda agar dapat mendukung produksi lokal dan mampu menunjang peningkatan pendapatan.

“Setelah Rumah Batik Karimun ini diresmikan, maka nanti akan mengarah kesana (pembuaran Perda di DPRD Karimun). Namun kita juga akan menyiapkan infrastrkuturnya terlebih dahulu, dari sisi personilnya atau SDM nya. Intinya segala sesuatunya kita siapkan dulu. Kalau infrastruktur dan kesiapan kita sudah oke, setelahnya akan kita kuatkan lagi komitmen ini dengan Perda,” ujar Nyimas Novi usai menggunting pita tanda peresmian Rumah Batik Karimun bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional dan Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karimun, Raja Asmah Aunur Rafiq, dan Sekda Karimun, Muhammad Firmansyah, Selasa (21/6/2022) di Kecamatan Tebing.

Nyimas Novi mengaku, sebagai anggota DPRD Kabupaten Karimun dia sangat mengapresiasi gagasan tersebut. Karena nantinya akan berdampak kepada peningkatan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif. Sehingga harus didukung oleh semua pihak.

“Saya juga berharap, dengan adanya rumah batik ini dapat kiranya pemerintah daerah secara serius untuk apa yang sepatutnya dilakukan. Jangan sampai setrelah peresmian ini vakum lagi, tentunya juga disini akan kita fokuskan juga dari sisi anggaran,” pinya Nyimas Novi.

Dengan demikian menurut dia lagi, semua pihak terkait dapat bersama-sama mengawal keberadaan Rumah Batik Karimun, untuk betul-betul menjadikan aset tersebut menjadi bermanfaat.

“Kearifan lokal yang perlu kita ekspose dan di eksplore ya disini tempatnya, dan kita jual melalui wadah yang telah disediakan disini,” ungkapnya.

Nyimas Novi juga sempat membandingkan saat dia melakukan reses atau menyerap aspirasi, bagi para pengrajin batik di Rumah Batik Karimun tersebut pada tahun 2021 lalu yang memang belum diresmikan. Masih sangat sedikit sekali masyarakat yang berminat menggeluti kerajinan membatik.

“Seingat saya kemarin hanya sekitar 20 orang lebih ibu-ibu yang ikut latihan dan sekalian memproduksi kain batik disini. Tapi sekarang sudah ramai sekali, mudah-mudahan kearifan lokal hasil karya Rumah Batik Karimun ini mampu menjadi ikon kita, sama seperti di jawa ada Batik Solo, maka di Kepri ada Batik Karimun,” harap anggota DPRD Karimun dari Komisi II ini.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close