KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Orang Tua Yang Telantarkan Dua Bayinya di Karimun Sudah Datang Dari Pulau Burung, Alasan Kondisi Ekonomi Parlindungan Sanggup Telantarkan Anaknya

RADIOAZAM.ID – Orang tua dari dua bayi yang ditelantarkan di Karimun sudah datang menjenguk anaknya, yang sebelumnya sempat ditinggal pulang ke Pulau Burung Indragiri Hilir Riau pada Senin kemarin (10/5/2022), dan menyita perhatian warga di Pelabuhan KPK Karimun.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karimun, Irwandi Novri mengatakan, Parlindungan, selaku ayah dari dua bayi yang masih berusia 8 bulan dan 2 tahun itu sudah tiba di Karimun, pada Selasa kemarin (11/5/2022), kemudian Dinas Sosial melakukan mediasi dengan istrinya yang ternyata sudah pisah ranjang dan tinggal di Karimun. Sehingga dua anaknya tinggal dengan Parlindungan.

Meski sudah sempat dipertemukan, namun Parlindungan belum membawa pulang anaknya ke Pulau Burung. Karena Dinas Sosial berencana masih mencarikan solusi agar keluarga tersebut dipulangkan ke Medan-Sumatera Utara, tempat mereka berasal.

“Parlindungan hari ini akan pulang lagi ke Pulau Burung-Riau untuk ambil berkas-berkas penting, termasuk KTP yang saat ini dipegang bos perusahaan sawit tempatnya bekerja. Karena untuk membawa anaknya pulang diperlukan surat menyurat, bahkan nanti akan didampingi oleh dinas terkait sampai ke Medan. Tapi solusi ini masih belum bisa dipastikan,” terang Irwandi, Rabu (12/5/2022).

Dalam melakukan mediasi, Irwandi sempat mendatangkan Ketua Organisasi Batak, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Karimun, untuk mengupas tuntas permasalahan sebenarnya yang terjadi kenapa sampai kedua orang tua tersebut tega meninggalkan buah hatinya.

“Untuk sementara dua bayi ini masih kita titipkan di rumah singgah INPAK,” kata Irwandi.

Parlindungan dan istrinya telah diberikan ultimatim agar mengambil kembali anaknya. Karena jeratan hukum undang-undang perlindungan anak sudah menanti, jika memang masih menelantarkan anaknya dan tidak mau diurus.

“Sebenarnya Parlindungan ini bingun bagaimana mau menjaga anaknya. Sedangkan dia hanya sebagai pekerja kasar di perusahaan sawait, dan sudah tidak serumah lagi dengan istrinya meski belum cerai. Makanya kami masih terus melakukan mediasi agar pasangan suami istri ini bisa akur lagi. Parlindungan beralasan, kalau dia menjaga anaknya, bagaimana dia akan mendapatkan penghasilan untuk bekerja. Kalau dia tidak bekerja bagaimana keluarganya bisa makan,” terang Irwandi.

Dijelaskan Irwandi, kondisi dua orang balita anak dari Parlindungan saat ini memang sangat tidak terawat. Sekujur tubuhnya dipenuhi kudis.

“Sudah saya tegaskan, kalau mau mendekam di penjara sampai tua silahkan saja telantarkan anak ini. Karena ada undang-undang perlindungan anak, bayi ini punya hak. Jangan gara-gara ego antara suami dengan istri lalu anak yang jadi korban,” tegas Irwandi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Parlindungan (25) warga Pulau Burung Indragiri Hilir-Riau, meninggalkan dua orang anaknya yang masih balita di Karimun. Kemudian kembali pulang ke Pulau Burung Indragiri Hilir-Riau, Selasa (10/5/2022).

Niat Parlindungan memboyong dua anaknya ke Karimun, untuk dititipkan kepada iparnya bernama Rudi. Namun ternyata Rudi pun tak sanggup menjaga karena alasan ekonomi.

Sehingga Rudi bergegas mengejar Parlindungan ke Pelabuhan KPK Kabupaten Karimun untuk menyerahkan kembali dua balita itu. Tapi ternyata sang ayah tersebut sudah dalam perjalanan pulang ke Pulau Burung Indargiri Hilir-Riau.

Keberadaan dua balita tersebut di Pelabuhan KPK sempat menyita perhatian beberapa pedagang, bahkan ada yang memandikannya sehingga rapih dan diberikan makan.

Mulanya, Parlindungan ke Karimun memboyong dua anaknya untuk bertemu Rudi, yang tak lain merupakan saudara dari istrinya.

“Parlindungan menitipkan dua anaknya itu kepada anak saya, selanjutnya anak saya menyerahkan dua balita ini kepada saya. Sementara ayah dari kedua balita ini sudah pulang lagi ke Pulau Burung Indragiri Hilir, dengan alasan sudah tidak sanggup menjaganya,” terang Rudi di Pelabuhan KPK.

Rudi beralasan, upaya mengejar Parlindungan ke Pelabuhan KPK untuk menyerahkan kembali kedua anaknya itu, karena tidak sanggup menjaganya dengan alasan kondisi ekonomi.

“Saya tidak sanggup karena kondisi ekonomi saya begini, saya juga punya anak masih kecil-kecil,” ungkap Rudi.

Kemudian para pedagang di Pelabuhan KPK Kabupaten Karimun pun menghubungi Dinas Sosial Kabupaten Karimun. Tak berapa lama, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Irwandi Novri tiba di lokasi, dia kemudian menghubungi nomor ponsel Parlindungan yang sedang dalam perjalanan menuju Pulau Burung Indragiri Hilir-Riau. (agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close