KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Pelanggar Perbup Disiplin Kesehatan Tentang Covid 19 Diberi Sanksi Hingga Rp4 Juta

RADIOAZAM.ID – Pemerintah Kabupaten Karimun mulai menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Yang tertuang didalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 49 tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum dalam upaya pengendalian Covid 19.

Bagi pelanggar Perbup tersebut, akan ada sanksi yang diberikan, berupa denda mulai dari Rp50 ribu hingga mencapai Rp4 juta.

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyebutkan, Perbup tersebut sudah ditandatanganinya dan sudah disebar kepada masyarakat, untuk dapat dipahami dan dipatuhi bersama-sama. Sehingga bagi pelanggar perbup akan dikenakan sanksi sebagaimana yang telah tertuang.

Secara rinci kata Rafiq, sanksi yang telah disapkan mulai dari denda administratif sebesar Rp 50 ribu, dilanjutkan dengan kerja sosial membersihkan fasilitas umum, yang harus dilakukan selama satu jam.

“Selain itu, bagi para pelaku usaha akan diberikan sanksi secara bertahap, mulai dari teguran dan tertulis bagi pelanggaran pertama, penghentian usaha selama tiga hari untuk pelanggaran kedua, atau denda administratif mulai Rp 500 ribu hingga maksimal Rp2 juta, tergantung tempat dan fasilitas,” kata Rafiq, (10/9).

Kemudian, bagi pelaku usaha yang kedapatan melanggar sebanyak tiga kali, maka akan diberikan denda Rp1 juta hingga Rp4 juta, yang juga aka ndilihat tergantung tempat dan fasilitas.

“Sanksi terberatnya akan dicabut izin usaha bagi pelanggaran keempat kali. Untuk sanksi administratif itu ditransfer langsung ke kas daerah, sehingga jadi pemasukan bagi daerah. Sedangkan pembayaran denda administratif paling lambat dilakukan satu kali 24 jam setelah diputuskan melakukan pelanggaran,” ungkap Rafiq lagi.

Disebutkannya, pemberian sanksi terhadap pelanggar Perbup, tentunya tidak mengurangi kewajiban pelaku usaha, terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Sedangkan penerapan sanksi pelanggaran protokol kesehatan, akan dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), bersama aparat TNI Polri dan instansi terkait lainnya.

Pemberian sanksi itu menyusul munculnya empat kasus positif Covid 19 di Kabupaten Karimun pada Rabu sore kemarin (9/9) saat hasil swab positifnya baru keluar. Sehingga disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi.

Keempat pasien positif itu merupakan warga Kecamatan Karimun, dua diantaranya baru pulang dari Batam, dan dua orang lagi baru pulang dari Tembilahan-Riau. Pasien positif itu kini telah diisolasi di RSUD Muhammad Sani. (agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close