KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Pembangunan Tower di Dang Merdu Indah Baran Barat di Segel Satpol PP, Dinas PUPR Sebut Karena Tak Punya IMB

RADIOAZAM.ID – Pembangunan tower di samping perumahan Dang Meru Indah Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral disegel, ditandai dengan pemasangan PolPP Line, oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karimun, Kamis (23/6/2022).

Penyegelan tersebut disaksikan langsung oleh masyarakat yang menolak dalam hal ini warga Perumahan Dang Merdu Indah Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral, dihadiri Lurah Baran Barat, Zulkifli, beberapa personil Polsek Meral serta pemborong pembangunan tower.

Tindakan penyegelan itu dilakukan karena pemborong pembangunan tower tidak mengantoni Izin Mendirikan Bangunan (IMB), yang seharusnya diurus pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun.

Temuan tidak adanya IMB pada pembangunan tower tersebut juga setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) sehari sebelumnya, oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani ke lokasi pada Rabu sore (22/6/2022) bersama Dinas PUPR.

Kepala Bidang Tataruang Dinas PUPR Kabupaten Karimun, Erly yang turut hadir dalam penyegelan pembangunan tower tersebut mengatakan, dengan diterbitkannya undang-undang cipta kerja tahun 2019, turunannya PP 16 tahun 2021, bahwa pembangunan apapun sifatnya baik itu tower dan sebagainya, wajib memiliki izin.

“Jadi setelah ini pihak yang membangun harus mengurus izinnya,” kata Erly dihadapan warga dan pemborong menyaksikan penyegelan pembangunan tower.

Dikatakan Erly, salah satu persyaratan izinnya adalah harus ada persetujuan warga. Namun persetujuan warga bukan merupakan izin.

“Persetujuan warga itu adalah rekomendasi untuk bisa diterbikan izin, mungkin dari pemborong juga sedang dalam proses pengurusan, jadi saya harapkan dan kami ucapkan terimakaasih kepada bapak ibu, yang melakkan penolakan ini tidak dengan cara anarkis. Jadi kali ini kami dapat melaksanakan salah satu langkah yang ditegakkan Pemda, yakni mengehentikan pekerjaan pengerjaan tower ini sampai mendapatkan izin,” ungkap Erly.

Erly menjelaskan, jika pihak pemborong tidak mengindahkan penegasan yang diberikan Dinas PUPR, dalam hal ini tetap melakukan pembangunan meski telah disegel, maka dapat diberikan sanksi berupa pencabutan izin jika misalnya telah mengantongi izin.

“Atau bisa juga perusahaan diberi sanksi tegas, karena melanggar larangan membangun lantaran tidak ada IMB,” kata Erly kepada Radioazam.id.

Dari penyegelan pembangunan tower itu, Dinas PUPR juga memberikan waktu selama tiga hari maksimal, agar pemborong menutup kembali lubang berukuran sekitar empat meter persegi yang telah digali sebagai pondasi, pada kedalaman satu meter setengah. Dengan maksud khawatir menimbulkan korban dari anak-anak yang bermain di lokasi lubang pondasi, karena merupakan kawasan terbuka.

Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat Sapol PP Kabupaten Karimun, Afwi menambahkan, karena warga sektiar lokasi pembangunan tower yang lebih jelas mengetahui jika nanti ada aktifitas pembangunan, setelah tenggat waktu tiga hari menutu lubang yang sudah digali, maka dapat melaporkan apapun aktifitas kepada Kelurahan.

“Lokasinya ini kan pemuda yang tahu, apakah ada kegiatan lagi disini, kami disana kan jauh tidak terpantau. Kalau ada masuk material sampaikan saja langsung secara berjenjang, langsung telepon ke Pak Lurah,” kata Afwi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan tower di sekitar Perumahan Dang Merdu Indah Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral dipastikan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Informasi itu diperoleh setelah digelar inspeksi mendadak (sidak) dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani, yang langsung turun meninjau ke lokasi pembangunan tower di samping Perumahan Dang Merdu Indah Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral, dengan membawa beberapa dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), selaku dinas yang berwenang mengeluarkan IMB, beserta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karimun, Rabu sore (22/6/2022).

Setelah mengetahui tidak adanya IMB yang dikantongi pihak kontraktor yang mengerjakan pembangunan tower, maka semua peralatan pertukangan diperintahkan untuk segera dikeluarkan dari lokasi, begitu juga para tukang yang tengah bekerja diminta agar menghentikan pekerjaannya.

“Dari hasil sidak ini memang pihak kontraktor yang membangun tower ternyata tidak mengantongi IMB, yang mengatakan itu adalah dari Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Karimun, karena saya ajak untuk turun mendampingi sidak tadi. Sehingga setelah didapati informasi itu semua aktifitas mengenai pembangunan tower dihentikan, peralatan pun diangkut,” ujar Nyimas Novi.

Selanjutnya, untuk menghindari agar tidak ada lagi aktifitas pembangunan pada tower tersebut, Satpol PP juga akan melakukan pemasangan PolPP Line (seperti Police Line), sebagai tanda larangan melintas atau dilarang merusak tanda yang dipasang.

“Besok pagi, Kamis (23/6/2022) Polpp Line akan dipasang di lokasi pembangunan atower, oleh petugas dari Satpol PP,” ungkap Nyimas Novi.

Sidak yang dilakukan Nyimas Novi setelah menjawab keresahan warga dalam penolakan pembangunan tower, dan sempat menghadiri rapat bersama warga di Musholla Al-Fuqon pada Senin malam (20/6/2022), dihadiri Lurah Baran Barat Kecamatan Meral, Zulkarnain.

“Jadi sidak saya ini menindaklanjuti pertemuan saya sebelumnya dengan warga di Musholla Perumahan Dang Meru Indah I. Setelah saya tampung keluh kesah mereka, maka hari ini baru sempat untuk mengecek langsung ke lokasi pembangunan tower. Ternyata tidak ada IMB nya tapi pondasi sudah dikerjakan sudah dibangun, ada belasan pekerja yang membangun. Ini sudah tidak benar,” terang Nyimas Novi.

Menurut Nyimas Novi, berdasarkan keterangan dari Dinas PUPR yang mendampinginya sidak tersebut, IMB dikeluarkan jika semua syarat dari pengajuan pembangunan tower telah terpenuhi, salah satunya rekomendasi atau izin warga terdampak.(agn)

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close