KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Pembangunan Tower di Perumahan Dang Merdu Indah Baran Barat Ternyata Tak Punya IMB, Anggota DPRD Karimun Nyimas Novi Gelar Sidak

RADIOAZAM.ID – Pembangunan tower di sekitar Perumahan Dang Merdu Indah Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral dipastikan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Informasi itu diperoleh setelah digelar inspeksi mendadak (sidak) dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani, yang langsung turun meninjau ke lokasi pembangunan tower di samping Perumahan Dang Merdu Indah Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral, dengan membawa beberapa dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), selaku dinas yang berwenang mengeluarkan IMB, beserta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karimun.

Setelah mengetahui tidak adanya IMB yang dikantongi pihak kontraktor yang mengerjakan pembangunan tower, maka semua peralatan pertukangan diperintahkan untuk segera dikeluarkan dari lokasi, begitu juga para tukang yang tengah bekerja diminta agar menghentikan pekerjaannya.

“Dari hasil sidak ini memang pihak kontraktor yang membangun tower ternyata tidak mengantongi IMB, yang mengatakan itu adalah dari Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Karimun, karena saya ajak untuk turun mendampingi sidak tadi. Sehingga setelah didapati informasi itu semua aktifitas mengenai pembangunan tower dihentikan, peralatan pun diangkut,” ujar Nyimas Novi.

Selanjutnya, untuk menghindari agar tidak ada lagi aktifitas pembangunan pada tower tersebut, Satpol PP juga akan melakukan pemasangan PolPP Line (seperti Police Line), sebagai tanda larangan melintas atau dilarang merusak tanda yang dipasang.

“Besok pagi, Kamis (23/6/2022) Polpp Line akan dipasang di lokasi pembangunan atower, oleh petugas dari Satpol PP,” ungkap Nyimas Novi.

Sidak yang dilakukan Nyimas Novi setelah menjawab keresahan warga dalam penolakan pembangunan tower, dan sempat menghadiri rapat bersama warga di Musholla Al-Fuqon pada Senin malam (20/6/2022), dihadiri Lurah Baran Barat Kecamatan Meral, Zulkifli.

“Jadi sidak saya ini menindaklanjuti pertemuan saya sebelumnya dengan warga di Musholla Perumahan Dang Meru Indah I. Setelah saya tampung keluh kesah mereka, maka hari ini baru sempat untuk mengecek langsung ke lokasi pembangunan tower. Ternyata tidak ada IMB nya tapi pondasi sudah dikerjakan sudah dibangun, ada belasan pekerja yang membangun. Ini sudah tidak benar,” terang Nyimas Novi.

Menurut Nyimas Novi, berdasarkan keterangan dari Dinas PUPR yang mendampinginya sidak tersebut, IMB dikeluarkan jika semua syarat dari pengajuan pembangunan tower telah terpenuhi, salah satunya rekomendasi atau izin warga terdampak.

“Satu orang saja yang didalam radius tidak menyetujui, maka perizinan tidak serta merta dapat diterbitkan. Apa lagi tower itu kan memang dekat dengan rumah warga. Jika ketinggian tower 36 meter, maka ditambah 15 persen radiusnya dari ukuran sebenarnya, tidak boleh ada tower dan menurut Dinas PUPR tidak bisa diterbitkan IMB nya kalau ada yang menolak, jadi pembangunannya harus dihentikan,” ungkap Nyimas Novi.

Seperti diketahui, tower yang ternyata tidak mengantongi IMB sudah dibangun lebih dulu, meski hanya menggali untuk pembangunan pondasinya baru setelahnya warga terdampak mengetahui. Sehingga masyarakat Perumahan Dang Merdu Indah menolak adanya pembangunan tower itu, dengan alasan tidak pernah ada sosialisasi kepada warga terdampak khususnya yang bertempat tinggal di perumahan tersebut. Selain itu dampak kesehatan yang tentunya mengancam jiwa masyarakat terdampak.

Pondasi tower sudah dibangun padahal tidak punya IMB, dalam hasil sidak Anggota DPRD Karimun, Nyimas Novi Ujiani di samping Perumahan Dang Meru Indah Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral, Rabu (22/6/2022)

Meskipun telah ada tandatangan rekomendasi dari RT 003 dan RW 007 termasuk Kelurahan, namun masyarakat tidak pernah dilibatkan sehingga melakukan pertemuan di Kelurahan Baran Barat beberapa hari lalu, dihadiri kontraktor yang mengerjakan pembangunan toweer. Hasilnya, pembangunan dihentikan sementara sampai ada kesepakatan berikutnya. Namun penghentian sementara itu tidak diindahkan dan kontraktor masih tetap melakukan pembangunan.

Sudah sempat dihentikan pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas atas laporan warga karena kontraktor tidak mengindahkan kesepakatan awal, namun ternyata pengerjaan masih terus dilakukan hingga pondasi sudah selesai dicor untuk tapak pembangunan tower, sebagaimana temuan dari sidak yang dilakukan Anggota DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani pada Rabu sore (22/6/2022).

Ketua Lingkungan Perumahan Dang Merdu Indah I, Ismail mengatakan, tidak ada sosialisasi dari pihak RT dan RW dalam pembangunan tower di kawasan tempat tinggal mereka. Bahkan masyarakat tahu setelah adanya pengerjaan pembangunan pondasi.

“Kita sama-sama dengar tadi dalam sidak Anggota DPRD Kabupaten Karimun, Ibu Nyimas Novi Ujiani, yang ternyata ada titik terang bahwa tower itu dibangun tanpa adanya IMB,” kata Ismail.

Masyarakat kata dia, akan tetap mengawal pemasangan SatpolPP Line agar memastikan tidak adanya pekerjaan dalam pembangunan tower tersebut.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close