Breaking News

Pemilihan Ketua Osis SMKN Kundur Gunakan Teknologi Berbasis Aplikasi

0 0

RADIOAZAM.ID – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kundur melaksanakan pemilihan ketua Osis dengan cara berbeda dari sekolah lain, yakni memanfaatkan teknologi atau IT berbasis aplikasi berupa e-Voting, Kamis (21/11).

Ketua Komisi Pemilihan Osis (KPO) SMKN Kundur, M Fahmi mengatakan, untuk kali pertama pemilihan Ketua Osis periode 2019-2020 di SMKN Kundur berbasis aplikasi. Yang juga disejalan kandenga pemilihan Majelis Permusayawaratan Kelas (MPK) untuk periode yang sama.

“Anak SMK pastinya peka teknologi, dan kami sebagai siswa yang di didik di SMK merasa sudah saatnya membuat terobosan baru di Kabupaten Karimun, dengan merambah ke era digital. Tentunya ini pertamanya di Kabupaten Karimun,” kata Fahmi.

Fahmi menjelaskan, sistem dari aplikasi yang digunakan dipastikan aman. Karena tidak menggunakan data base yang berisi nama dan Nomor Induk Siswa (NIS), melainkan menggunakan kode unik untuk masuk agar dapat mengakses aplikasi pemilihan.

Dalam pemilihan tersebut, terdapat 446 Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang dibagi kedalam tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dengan demikian panitia pemungutan suara (PPS) hanya mempersiapkan 466 token yang bisa diakses.

Setelah pemilih mengisi daftar hadir ke petugas, barulah kode untuk pemilih akan diberikan kepada pemlih. Ketika telah selesai memberikan hak suara, kode unik tersebut dipastikan sudah hangus dan tidak bisa digunakan lagi.

“Hasilnya bisa didapatkan secara real time dalam waktu singkat, manual dan tanpa harus melalui penghitungan suara yang memakan waktu lama. Dalam pemlihan ketua Osis ini disejalankan juga dengan pemilihan ,” tambah Fahmi.

Dikatakan Fahmi, sebelum pemungutan suara dilakukan, telah dilaksanakan beberapa tahapan persiapan. Mulai dari pembentukan Komisi Pemilihan Osis (KPO) dan petugas KPPS. kemudian pendaftaran bakal calon ketua Osis, yang juga disejalankan dengan dan MPK, dan dilanjutkan dengan penetapan calon.

Selanjutnya, para calon diberikan masa kampanye dan menjalani debat kandidat, yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya.

“Sehingga hari ini dilaksanakan pemungutan suara mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB selesai. Lalu proses rekapitulasi suara hanya berlangsung beberapa menit dan diumumkan dalam sidang pleno KPO, bersama dengan calon dan pasangan calon,” jelasnya.

Proses pemilihan Ketua Osis dan MPK di SMKN Kundur, Kamis (21/11)

Dalam kesempatan itu, terpilih sebagai ketua Osis yang baru adalah pasangan calon nomor urut 03, atas nama Muhammad Sairi dan Eka Pustipa Sari, yang mendapatkan 195 suara, disusul perolehan suara terbesar kedua dari pasangan nomor urut 02, yakni Bayu Sewtiawan dan Dedek Afrizal yang meraih 131 suara, urutan terakhir adalah pasangan nomor urut 01 yakni Eka Cahayana dan Piki Andrian, memperoleh 102 suara.

Selain itu untuk MPK, terpilih calon nomor urut 01 atas nama Riduansyah, yang mendapatkan 229 suara. Sedangkan perolehan suara terbesar kedua adalah 02 atas nama Agus Riantono, yakni 135 suara, dan terakhir nomor urut 03 atas nama Lilis Alifah yang mendapatkan 64 suara.

Dari 466 pemilih, ada 428 yang menggunakan hak pilihnya atau dengan presentase 91,85 persen. Selebihnya sebanyak 38 orang tidak menggunakan hak pilihnya, dengan presentase mencapai 8,15 persen. 38 suara yang tidak digunakan karena ada yang tidak hadir dengan alasan sakit dan izin, serta ada guru-guru yang melaksanakan tugas diluar.

Dalam pemilihan berbasis teknologi itu, dipastikan tidak ada suara tidak sah. Karena dipastikan semuanya menggunakan hak pilih dengan benar.

“Alhamdulillah semua tahapan dan proses pemilihan berjalan dengan lancar. Ini berkat kerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun,” ujar Fahmi.

Sementara, Pembina Osis SMKN Kundur, Hardi mengapresiasi dan mengaku bangga atas kegiatan pemilihan Osis dan MPK, yang mengunakan teknologi berbasis aplikasi.

“Yang jelas kami bangga, anak-anak sudah melakukan terobosan yang mutakhir. Memanfaatkan IT sebagai sarana pesta demokrasi, tentunya sesuai dengan prosedur. Dan mereka juga melakukan tahapan-tahapan sama seperti pelaksanaan Pemilu pada umumnya,” ungkap Hardi.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pembelajaran demokrasi yang nyata dari lingkungan sekolah.(agn)

About Post Author

agn

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *