KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Pemkab Karimun Bakal Hapus Tes GeNose

RADIOAZAM.ID – Pemerintah Kabupaten Karimun bakal menghapusakan wajib tes GeNose untuk setiap tujuan keberangkatan kemanapun.

Bupati Karimun Aunur Rafiq menjelaskan, alasan rencana penghapusan wajib tes GenNose dikarenakan kondisi perekonomian masyarakat saat ini dalam kondisi sulit, sementara ketika diharuskan menggunakan GeNose tentu akan memberatkan, apa lagi jika yang berangkat satu keluarga yang cukup ramai.

“Tapi tentunya kebijakan menghilangkan GeNose itu akan diterapkan kalau nanti Covid-19 sudah terkendali atau sudah menurun. Saya yang akan minta ke pemerintah pusat dan daerah dalam hal ini Provinsi Kepri, agar mencabut kebijakan wajib GeNose,” ujar Rafiq, Rabu (16/6).

Dia mengaku, jika nantinya sudah dihapuskan penerapan GeNose, maka akan kembali seperti semula yakni cukup dengan surat kesehatan.

“Yang pastinya masyarakat keberatan, apa lagi kalau mau berangkat sampai tiga atau empat orang. Sudah berapa biaya tambahan yang harus dikeluarkan diluar dari ongkos kapal. Karena pada umumnya masyarakat yang berangkat pasti punya urusan penting. Kecuali sekedar rekreasi atau berwisata,” jelasnya.

Namun Rafiq dapat memsatikan saat dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,masyarakat yang berangkat keluar kota biasanya dalam keperluan sesuatu hal yang mendesak atau tidak bisa ditunda.

“Mudah-mudahan saja bisa diwujudkan, meski sekarang sudah mulai coba diturunkan, dari Rp40.000 sekarang sudah jadi Rp30.000. Tapi saya lebih senang kalau hal itu segera dihapuskan, dengan catatan jika Covid-19 di daerah kita sudah bisa terkendali,” ungkapnya.

Disinggung apakah tidak bertentangan dengan aturan dari pusat, Rafiq mengaku jika aturan yang diterapkan sudah tidak begitu signifikan lagi manfaatnya, bahkan semakin memberatkan, kemudian kondisi Covid-19 di Kabupaten Karimun sudah dapat terkendali. Ditambah dengan target vaksinasi sudah semakin meningkat, maka dia mengaku akan terus berupaya agar aturan tersebut dapat segera dicabut.

“Tak mungkin kan kita sudah vaksin, kemudian Covid-19 sudah mlandai, tapi masih saja kita terapkan GeNose. Masyarakat mau makan dan mereka mau hidup tenang,” ujar Rafiq.

Rafiq berahrap, semoga apa yang diharapkannya dapat terlaksana meski harus dilakukan secara perlahan.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close