KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Pemkab Karimun Berencana PHK Pegawai Non ASN, Ini Penjelasan Bupati dan Sekda

TPP dan Insentif Pegawai Juga Dikurangi Akibat Keuangan Daerah Memprihatinkan

RADIOAZAM.ID – Pemerintah Kabupaten Karimun berencana akan melakukan Pemutuskan Hubungan Kerja (PHK) atau memberhentikan pegawai, yang berstatus non Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam hal ini honorer maupun pegawai insentif.

Namun belum dipastikan berapa banyak pegawai non ASN yang akan dirumahkan. Selain itu, hal tersebut juga masih akan dibahas bersama-sama, antara Pemkab Karimun dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun.

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyebutkan, hal tersebut perlu dilakukan karena mengingat kondisi keuangan daerah saat ini sangat memprihatinkan, akibat dari dampak pandemi Covid-19.

“Untuk itu kami selaku Pemerintah Kabupaten Karimun akan melakukan beberapa hal, meskipun dengan pertimbangan yang sangat berat. Sebagai upaya dalam mengoptimalkan kinerja ASN dan non ASN, serta untuk kepentingan pembangunan di Kabupaten Karimun,” ujar Rafiq dalam pidatonya selaku inspektur upacara pada peringatan HUT RI ke 76 di halaman Kantor Bupati Karimun, Selasa (17/8).

Berkaitan dengan hal itu, Rafiq pun menyebutkan beberapa poin penting, diantaranya, akan dilakukan refocusing anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang berdampak pada penghematan besar-besaran dalam penganggaran belanja pegawai.

Yang tentunya berdampak pula pada penurunan jumlah Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN, serta insentif pegawai non ASN, untuk disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Kemungkinan terburuknya adalah, akan dilakukan pengurangan jumlah pegawai non ASN, kemudian akan dilakukan sistem penjaringan dan seleksi. Yang menjadi target adalah pegawai non ASN yang tidak produktif untuk dirumahkan,” tambah Rafiq.

Rafiq juga menyebutkan akan melakukan rotasi dan mutasi demi penyegaran bagi ASN dan non ASN.

Untuk itu, Rafiq meminta agar para ASN dan non ASN dapat lebih memacu kinerja dan lebih produktif lagi dari masing-masing OPD.

“Hal ini perlu kami lakukan guna mengingat tuntutan zaman, reformasi birokrasi, tuntutan masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan agar lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun, M Firmansyah menambahkan, apa yang disampaikan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq belum final dan masih menunggu keputusan akhir.

“Dasar untuk dilakukan pemutusan kerja bagi pegawai non ASN, pertama karena pembiayaan kita yang semakin tinggi, sementara kondisi keuangan tidak memungkinkan. Kedua, memang jumlah pegawai non ASN kita di Kabupaten Karimun sudah sangat banyak. Tapi itu kan keputusan terakhir untuk merumahkan,” jelas Firmansyah saat menghadiri upacara HUT RI ke 76 bagi pegawai lingkungan Pemkab Karimun di halaman Kantor Bupati.

Dijelaskan Firmansyah, secara keseluruhan, jumlah honorer di Kabupaten Karimun mencapai 6000 orang, ditambah dengan jumlah honorer berstatus insentif, maka total pegawai non ASN se Kabupaten Karimun sebanyak 8000 orang lebih.

Berapa banyak yang akan dirumahkan, Firmansyah masih menunggu hitung-hitungan kemampuan keuangan daerah, untuk menghapus pegawai non ASN.

“Nanti kan diseleksi lagi dan belum final berapa yang dirumahkan. Kemudian ini baru dalam konteks rencana. Karena masih akan dibahas bersama-sama pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati bersama DPRD Kabupaten Karimun, apakah disepakati untuk disetujui atau tidak,” pungkas Firmansyah.(agn)

Related Articles

One Comment

  1. Ironis, laen saat kampanye, beda lagi setelah naik jadi bupati, saat kampanye macem iya betul seolah jadi pahlawan nya pegawai kecil, setelah naik nampak kualitasnya, jika tak mampu lbih baik mundur itu lbih punya marwah, lebih terhormat, dari pada makin lama makin nampak ketidak mampuannya, mestinya seorang pemimpin sadar dan pintar cari solusi gimana menaikkan PAD daerah, ini katanya sudah pengalaman, tpi prestasi nya gak ada yg membanggakan, rakyat makin susah,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close