KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Pemkab Karimun Gembleng 63 Qori dan Qoriah Terbaik

Persiapan Perkuat Kafilah Karimun

RADIOAZAM.ID – 63 qori dan qoriah terbaik dari berbagai cabang, yang dimiliki Kabupaten Karimun mengikuti pembinaan di aula Masjid Agung Kabupaten Karimun, Jumat (22/11).

Pembinaan itu digelar oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Karimun selama tiga hari, dan berakhir hingga Minggu (24/11).

Sebelum diperoleh 63 peserta, terlebih dahulu telah dilakukan seleksi terhadap 12 Kecamatan se Kabupaten Karimun, dengan diikuti sebanyak 400 lebih peserta. Lalu yang lulus seleksi untuk melanjutkan ke tingkat pembinaan hanya 63 orang.

“Pembinaan hari ini adalah sebagai persiapan kita menghadapi kegiatan keagamaan berupa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam membuka kegiatan tersebut.

Rafiq berharap, agar menghasilkan qori dan qoriah yang berkualitas, sehingga mampu membawa nama Kabupaten Karimun sampai jenjang lebih tinggi.

Dia juga menegaskan, para perhelatan MTQ saat ini tidak lagi dibenarkan menyewa qori dan qoriah dari luar daerah, sebagaimana yang pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Sistim dan aturan saat ini begitu ketat, ada aplikasi namanya elektronik MTQ. Data masing-masing orang sudah terekam, mulai dari rekam jejak, perolehan juara dan asal kampung halamannya. Kalau nanti dia dipakai daerah lain itu akan ketahuan. Kalaupun ada yang pakai orang luar, syaratnya harus punya KTP asal kafilah yang diikuti dengan minimal domisili satu tahun menetap,” terangnya.

Dikatakan, ada beberapa cabang yang dinilai perlu digenjot lagi untuk meningkatkan kemampuan. Seperti tilawah, tahfiz, sasat netra dan kaligrafi.

“Untuk kaligrafi dan tahfiz masih menjadi andalan kita dan penyumbang emas terbanyak. Dan cabang ini juga tetap perlu kita pupuk,” katanya.

Sementara, panitia pelaksana M Rasyid Nur menjelaskan, dari 12 Kecamatan yang diikutkan dalam seleksi menjelang pembinaan, ada satu Kecamatan yang dinilai tim seleksi tidak layak mengikuti pembinaan, dengan alasan penilaian yang didapat masih sangat rendah. Sayangnya, dia enggan menyebutkan nama Kecamatan yang dimaksud.

“Dalam pembinaan ini kami menghadirkan pelatih dari Provinsi dan Kabupaten,” katanya.

Adapun rincian peserta dari berbagai cabang antara lain, sembilan peserta dari cabang tilawah anak-anak, 13 peserta dari acabang tartil, 14 peserta dari cabang tilawah remaja, 10 tilawah dewasa, serta cabang fahmil, syarhil dan kaligrafi yang masing-masing diikuti enam orang.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close