KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Pemkab Karimun Hanya Izinkan Enam Kecamatan Belajar Tatap Muka di Sekolah

Empat Kecamatan Masih Zona Oren dan Dua Zona Kuning

RADIOAZAM.ID – Pemerintah Kabupaten Karimun hanya mengizinkan enam Kecamatan saja yang belajar tatap muka di sekolah, sedangkan enam Kecamatan lagi melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR).

Keputusan itu diambil setelah digelar rapat bersama yang digelar Pemkab Karimun bersama Dinas Pendidikan dan stakeholder terkait, di ruang rapat Cempaka Putih Kantor Bupati, Senin (4/1/2021).

Enam Kecamatan yang diizinkan belajar secara tatap muka disekolah antara lain Kecamatan Durai, Kecamatan Ungar, Kecamatan Buru, Kecamatan Kundur, Kecamatan Kundur Utara, Kecamatan Kundur Barat, dan Kecamatan Moro.

“Sisanya empat Kecamatan lagi masih zona oren yakni Kecamatan yang ada di Pulau Karimun seperti Kecamatan Karimun, Kecamatan Meral, Kecamatan Meral Barat dan Kecamatan Tebing. Sementara dua Kecamatan lagi masuk zona kuning, yakni Kecamatan Buru dan Kecamatan Belat. Sehingga masih akan dilakukan peninjauan dalam satu minggu kedepan untuk melaksanakan belajar tatap muka,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq usai memimpin rapat.

Dikatakan Rafiq, keputusan belajar tatap muka disekolah berlaku bagi siswa Pendidikan Anak Sekolah Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) sederajat, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat.

“Dalam waktu dekat nanti tim gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun akan turun ke sekolah- sekolah, meninjau kesiapan dalam penerapan belajar tatap muka,” ungkap Rafiq lagi.

Setelah dilakukan peninjauan, nantinya akan kembali digelar rapat bersama dalam menentukan kondisi sekolah yang dinyatakan siap melaksanakan belajar tatap muka.

“Untuk dua Kecamatan yang masih zona kuning akan dilihat seminggu kedepan, jika sudah zona hijau, akan ditinjau terlebih dahulu, kemudian jika dinyatakan siap dari segi fasilitas dan prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan untuk melaksanakan belajar tatap muka, maka sekolah baru dibenarkan untuk buka,” ujarnya.

Sebelum memutuskan dilaksanakannya belajar tatap muka disekolah, Rafiq mendapatkan rekomendasi serta masukan dari dokter anak di dua rumah sakit yang ada di Kabupaten Karimun. Yang intinya meminta agar pemerintah daerah agar benar-benar mempertimbangkan keputusan yang diambil, sehingga kedepan tidak terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan.

“Meski saat ini dari hasil tracking tidak ada penambahan kasus Covid-19, tapi tidak boleh merasa puas. Transmisi lokal saat ini sudah terjadi, selain itu akses dari luar daerah masih dibuka. Mak kita perlu waspada dan hati-hati dalam mengambil keputusan,” terang Rafiq.

Oleh karena itu, sekolah yang diizinkan belajar tatap muka, nantinya hanya diberi waktu selama tiga jam di sekolah. Kemudian dalam seminggu, hanya ada empat hari waktu mereka belajar di sekolah, sisanya belajar dari rumah.

Adapun total jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karimun saat ini sebanyak 37 orang, yang kesemuanya merupakan masyarakat dari Pulau Karimun, atau pada lokasi zona kuning.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close