KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Perkembangan Covid-19 di Kepri Semakin Tinggi, 7499 Dinyatakan Positif dan 186 Pasien Meninggal Dunia

Karimun Peringkat Ketiga Tertinggi Setelah Tanjungpinang

RADIOAZAM.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri T.S Arif Adillah mengatakan, perkembangan Covid 19 di Provinsi Kepri dinilai sangat luar biasa, meski berjalan pelan namun terus terjadi peningkatan yang sangat tinggi. Dengan angka terkonfirmasi sudah mencapai 7499 orang.

“Hingga saat ini se Provinsi Kepri sudah mencapai 7499 orang yang terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut ada 186 pasien meninggal dunia, ini yang jadi perhatian kita. Harus kerja keras dalam melakukan tindakan,” kata Arif saat bertandang ke Kabupaten Karimun dalam penyerahan vaksin, Senin kemarin (25/1).

Menurut Arif, tingkat kesembuhan jika dilihat secara prosentase berada para 87,9 persen dan angka aktif dibawah 10 persen.

“Daerah yang paling berkembang kasus Covid-19 ada tiga. Yakni Kota Batam peringkat pertama, Tanjungpinang kedua lalu disusul Kabupaten Karimun. Makanya tiga daerah ini masih zona oren. Setelahnya baru disusul Kabupaten Bintan yang masuk zona kuning, disusul Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas,” ungkapnya.

Dijelaskanya pula, pandemi Covid-19 memang memberikan dampak besar terhadap berbagai sektor, mulai dari sektor perekonomian, sosial, pariwisata, dan pendidikan.

“Kemarin Menteri Pariwisata sudah datang, Bapak Sandiaga Uno. Kita minta solusi, bagaimana membuka beberapa pariwisata atau kawasan pariwisata yang sangat terganggu dengan kondisi ini. Belum lagi kerentanan masyarakat semakin meningkat, dikarenakan kurangnya kesadaran terhadap penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekda Provinsi Kepri T.S Arif Fadillah telah menyerahkan vaksin sinovac kepada Pemkab Karimun, Senin pagi (25/1) di Gedung Nasional, yang diterima langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq disakaikan anggota DPRD Kabupaten Karimun dan para unsur pimpinan FKPD.

Jumlah vaksin yang diserahkan sebanyak 3480 dosis, yang akan diperuntukkan bagi 1740 orang tenaga medis yang bakal divaksin mulai akhir Januari ini.

Menurut Arif, Bupati, Wakil Bupati dan jajarannya tentunya sudah harus mempersiapkan diri untuk di vaksin. Tentunya terlebih dahulu harus melihat indikator yang tidak boleh disuntik vaksin.

“Untuk melakukan vaksini ini, harus diundang untuk ikut disuntik vaksin seperti para tokoh, karena mereka jadi panutan. Kemudian Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Ketua Masjid, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini yang paling penting, kalau sudah divaksin saya minta buatkan video testimoninya, begitupun tim medis mulai dari perawat bidan-bidan silahkan buat video, bahwa anda sudah di vaksin,” pesan Arif.

Dalam hal ini lanjut dia, termasuk juga para ketua Gereja, Vihara dan ketua-ketua rumah ibadah lainnya. Karena mereka menjadi contoh panutan bagi para jamaah.

Arif juga menjelaskan vaksin yang diserahkan kepada Pemkab Karimun tidak perlu diragukan lagi. Karena sudah diuji klinis dan sudah ada relawan yang disuntik terlebih dahulu sebelumnya, dengan hasil semuanya sehat.

“Selain itu sudah dapat fatwa MUI nomor 2 tahun 2021, jadi sudah halal. Selain itu sudah dapat izin dari BPOM tanggl 11 Janauri 2021. Ini tidak mungkin pula bohong,” tegasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close