KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Pertumbuhan Ekonomi di Kepri Anjlok Hingga Minus 6 Persen, Target Pemulihan Ditahun 2022 Harus Capai 4 Persen

RADIOAZAM.ID – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri saat ini dinilai anjlok mencapai minus 6 persen, hal itu disebabkan pandemi Covid 19 yang masih terus terjadi di seluruh Kabupaten Kota.

“Memang Covid 19 memberikan dampak yang luar baisa di seluruh bidang kehidupan. Aktifitas masyarakat berubah, dan beberapa sektor perekonomian cenderung menurun, bahkan melambat. Kondisi terakhir kita, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri sudah sampai minus 6 persen,” kata Asisten III Pemprov Kepri, Muhammad Hasbi saat menghadiri syukuran HUT Kabupaten Karimun ke 21 di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Karimun, Senin (12/10).

Padahal lanjut Hasbi, kondisi beberapa bulan terakhir indeks perekonomian Provinsi Kepri masih di posisi plus atau diangka 2 persen. Tapi semakin hari terus anjlok dan terjadi minus.

Hasbi berharap, semoga kondisi yang terjadi dapat dipulihkan, sehingga perekonomian Provinsi Kepri yang meliputi tujuh Kabupaten dan Kota dapat segera membaik.

“Memang upaya itu tergantung pemerintahan masing-masing, Provinsi dengan kewenangannya begitupun Kabupaten dan Kota se Kepri. Kita mendorong segala sektor agar berkembang dan berjalan kembali berjalan kembali, supaya kondisi perekonomian kita tidak terlalu makin turun,” harap Hasbi.

Hasbi memastikan kondisi itu memang sepenuhnya karena faktor Covid 19. Dicontohkannya seperti transportasi yang saat ini tidak berjalan lancar.

“Orang Singapura sekarang tidak ada lagi yang datang. Padahal wisata kita di Kepri ini ditopang oleh wisatawan luar negeri atau dari negara tetangga. Karena masih pandemi Covid 19 ini, mereka tidak lagi ketempat kita, dampaknya ekonomi tidak jalan karena kapal tidak lancar. Artinya efeknya berentet dan kondisi saat ini memang seperti itu,” ungkapnya.

Kondisi yang terjadi menurut Hasbi, tidak hanya di Provinsi Kepri tapi juga menyeluruh secara nasional. Belanja di pusat juga dinilai menurun, sehingga ikut berdampak di daerah-daerah. Atas kondisi ini maka diperlukan penyesuaian kembali dalam banyak hal.

Ditahun 2021 mendatang, Hasbi mengaku belum dapat menyebutkan target yang akan dicapai, karena bersifat teknis.

Disebutkannya, rencana ditahun 2021 masih fokus pada tahapan pemulihan ekonomi Provinsi Kepri, namun belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Karena kondisi yang dihadapai masih cukup berat.

“Tapi kita berharap target kedepan tidak lagi seperti kondisi sekarang ini, harapannya semoga bisa pulih kembali secepatnya. Walaupn dalam waktu satu tahun sepertinya belum bisa, tapi paling tidak di tahun 2022 kita sudah harus normal kembali, diangka 4 atau 5 persen,” harapnya.

Hasbi berharap, agar seluruh Kabupaten Kota termasuk Karimun dapat menyikapi kondisi tersebut dengan bijaksana.

“Karena ini adalah tantangan bagi kita untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru atau new normal, dalam melaksanakan pembanguan di Kabupaten Karimun,” pungkas Hasbi.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close