KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

PJs Kades Tanjung Pelanduk Kecamatan Moro Ditahan Jaksa, Gunakan APBDes Rp200 Juta Untuk Kepentingan Pribadi

RADIOAZAM.ID – Pejabat Sementara (PJs) Kades Tanjung Pelanduk Kecamatan Moro, Sudirman Syafrizal ditahan Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun Cabang Moro, Rabu (21/7), karena diduga memanfaatkan APBDes tahun 2020 untuk kepentingan pribadi.

Besaran dana yang dipakai senilai Rp200 juta. Sehingga pada Rabu sore Sudirman Syafrizal digiring menuju Karimun dengan menggunakan rompi merah, dikawal aparat Kejaksaan dan Kepolisian.

Sesampainya di Pelabuhan KPK di Karimun, PJs Kades Tanjung Pelanduk itu kemudian dibawa ke Rutan Kelas II B Tanjungbalai Karimun, untuk dititipkan.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun Cabang Moro, Haryo Nugroho mengatakan, Sudirman Syafrizal ditahan atas kasus dugaan penyimpangan APBDes tahun 2020., dengan nilai total menapai Rp200 juta lebih.

Sudirman Syafrizal ditahan berdasarkan surat perintah penahanan nomor PRINT-01/L.10.12.9/Fd.1/07/2021 tertanggal 21 Juli 2021.

“Uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Kerugian negara yang ditimbulkan senilai Rp200 juta lebih itu, berdasarkan hasil penghitungan dari Inspektorat Kabupaten Karimun,” ujar Haryo kepada awak media, Rabu (21/7).

Dikatakan Haryo, tindakan penyelewengan APBDes yang dilakukan tersangka sudah berlangsung sejak penunjukan Sudirman Syafrizal sebagai PJs Kades Tanjung Pelanduk Kecamatan Moro, terhitung Maret 2020.

“Dari dua alat bukti yang cukup, maka diperoleh dan terbukti, bahwa tersangka menyelewengkan APBDes tahun 2020. Selain itu menyalahgunakan wewenang dan jabatannya, yang mengakibatkan kerugian kas desa senilai Rp200 juta lebih,” tambahnya.

Penahanan yang dilakukan oleh penyidik, sebagai upaya atas kehawatiran, jika tersangka dikhawtiran melarikan diri aau merusak dan menghilangkan barang bukti, bahkan dapat mengulangi lagi perbuatannya. Tindakan itu dilakukan sebagaimana syarat objek dan subyektif penahanan.

“Digiring menuju Rutan Kelas II B Tanjungbalai Karimun untuk dilakukan penahanan pasca penetapan tersangka pada 19 Juli 2021,” kata Haryo.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close