KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

PKB Karimun Racik Jamu Sebagai Obat Alternatif, Antisipasi Obat-Obatan Dikabarkan Mulai Langka di Apotek dan Rumah Sakit

RADIOAZAM.ID – Dikabarkan kondisi Kabupaten Karimun kini mulai krisis obat-obatan dan vitamin, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karimun mulai menyiasati dengan meramu obat-obatan tradisional, yang bersumber dari tanaman obat keluarga (Toga) milik masyarakat di pekarangan rumah.

Ketua DPC PKB Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani mengatakan, ramuan obat tradisional itu diracik bersama-sama dengan melibatkan beberapa organisasi mulai dari pengurus DPC PKB, guru PAUD yang tergabung didalam Himpunan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Indonesia (Himpaudi), Perempuan Bangsa, Muslimat NU, Fatayat NU dan yang lainnya.

“Hari ini kami mulai meracik bat-obatan tradisional yang dibuat dalam bentuk jamu. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari dapur umum PKB Aksi Melayani Isoman (AMI). Sehingga racikan jamu yang dibuat memang dikhususkan bagi pasien isolasi mandiri (isoman) serta pasien yang dirawat di karantina terpusat di SMAN 4 Karimun dan SMKN 1 Karimun, rumah sakit dan tim gugus di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun,” ujar Nyimas Novi,” Kamis (29/7).

Dikatakan Nyimas Novi, ide dalam membuat obatan tradisional itu berawal dari informasi kelangkaan obat obatan di apotek dan rumah sakit, sebagaimana keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi beberapa hari kemarin.

“Disamping itu, saya kan baru saja sembuh dari positif Covid. Dimana saat masa-masa pemulihan dalam masa isoman, ada rekan yang mengantarkan obat tradisional dan ternyata cocok. Isinya adalah campuran daun daunan dan rempah-rempah, yang mudah didapat di kebun atau pekarangan rumah. Sehingga hari ini saya menyediakan obat alternatif ini bagi masyarakat,” tambahnya.

Adapun racikan daun-daunan dan rempah yang dibuat, berupa daun jambu batu, daun serai, jeruk lemon, gula merah, jahe, kunyit dan beberapa rempah lainnya.

Dia meyakini dan memastikan bahwa ramuan obat yang diracik tersebut ampuh meningkatkan imun tubuh, serta menyembuhkan sistim pernafasan yang sedang tidak normal.

“Rebusan daun jambu batu bisa meredakan dahak kalau kita batuk berdahak. Kemudian jahe, serai, kunyit berfungsi sebagai anti biotik, lalu masukkan sedikit kencur untuk meredakan influenza. Ini sangat membantu, apa lagi kondisi perekonomian sekarang sedang sulit, maka masyarakat dapat memanfaatkan tanaman yang ada di pekarangan atau dikebun, lalu diracik dan diminum secara rutin dalam beberapa hari,” terang Nyimas Novi.

Dalam membuat ramuan atau jamu dari bahan racikan toga tersebut, Nyimas Novi berkoordinasi dengan para organisasi yang memiliki jenis Toga di pekarangan, kemudian mengajak untuk bersama-sama membuat jamu pada dapur umum PKB AMI, kemudian dikemas atau dibungkus dalam jumlah ratusan paket, lalu diantar ke pusat karantina dan rumah-rumah warga yang isoman.

Kegiatan tersebut akan terus berlanjut sampai Covid-19 di Kabupaten Karimun dapat terkendali, dengan melibatkan organisasi dan merekrut tenaga atau sukarelawan yang bersedia terlibat, membantu pasien isoman serta pasien karantina agar segera pulih, berkat tenaga sukarela dari tangan dingin masyarakat.

“Ini kerja keroyokan lintas organisasi, walaupun memang digagas oleh DPC PKB Kabupaten Karimun melalui dapur umum PKB AMI, yang peruli dengan pasien Covid. Dengan harapan agar masyarakat dapat segera pulih melalui obat-obatan alternatif,” harapnya.

Dijelaskannya pula, selain jamu atau obat-obatan alternatif, dapur umum PKB AMI juga tetap menyediakan menu makanan dan minuman sehat, berupa air tahu atau susu kacang kedelai dan mie lendir.

Nyimas Novi juga mengajak masyarakat atau organisasi manapun, untuk peduli dan dapat bergerak besama sama membantu pemerintah, mengatasi Covid-19 yang tengah mewabah di Kabupaten Karimun.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close