KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

PLt Kepala Dinas Pendidikan Tolak Wacana Dinas Kesehatan, Fajar Tak Mau Tutup Sekolah Jika Tidak Ada Klaster

RADIOAZAM.ID – Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Fajar Horison menolak wacana Kepala Dinas Kesehatan, Rahmadi, yang mengusulkan agar Satgas Covid 19 dan Dinas Pendidikan, merekomendasikan sekolah di kawasan zona orange untuk diliburkan sementara waktu.

Alasan Fajar menolak wacana tersebut, karena selama ini tidak ada kasus atau klaster dari sekolah. Bahkan beberapa titik keramaian justru tidak pernah dipersoalkan, namun yang disorot malah sekolah.

“Coba lihat pasar, itu tidak tutup, kemudian tempat-tempat makan di kawasan Coastal Area itu sepanjang jalan selalu ramai, termasuk beberapa restoran di kawasan Tebing pinggir laut, setiap sore selalu ramai. Kalau dibandingkan lebih ramai mana dengan sekolah. Kenapa sekolah yang dipermasalahkan, saya tidak akan menutup sekolah sepanjang tidak ada kasus dalam satu sekolah,” ujar Fajar, saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Karimun, Selasa (27/4).

Hanya saja lanjut Fajar, jika misalnya nanti ada kebijakan baru dari Bupati Karimun Aunur Rafiq, apakah akan menutup semua sekolah untuk sementara waktu, maka belum bisa dipastikan.

“Kita akan tutup sekolah itu kalau ada kejadian di sekolah, baik itu siswa, tenaga pendidik maupun keluarga. Jadi kita tidak secara global satu kecamatan harus tutup, tidak seperti itu. Sampai saat ini semua sekolah dipastikan menerapkan protokol kesehatan dan kita tetap memperketat hal tersebut,” tegas Fajar.

Fajar juga mengaku kerap melihat masyarakat kumpul-kumpul di berbagai tempat, namun tidak patuh pada protokol kesehatan. Bahkan di masjid-masjid dia menilai cukup banyak anak-anak usia sekolah yang tidak mengenakan masker. Sehingga menurutnya, jika akan mewacakanan menutup sementara sekolah, hendaknya dapat melihat terlebih dahulu kondisi lapangan.

Belajar tatap muka di sekolah lanjut Fajar, sifatnya dibolehkan dan bukan diwajibkan. Sehingga jika kondisi sekolah tetap aman, maka belajar dikelas pun dipastikan aman. Namun sebaliknya, jika terjadi kasus positif yang melibatkan siswa, tenaga pendidik atau keluarga siswa, baru Dinas Pendidikan akan mengambil tindakan menutup satu sekolah saja, yang terdapat kasus positif Covid-19.

“Walau bagaimanapun yang namanya pendidikan harus jalan terus, sepanjang tidak terlalu berbahaya kondisinya. Kemudian, kalau dari Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas sudah menyatakan berbahaya secara keseluruhan, baru kita tutup. Di kecamatan Meral yang kasusnya tertinggi se Kabupaten Karimun saja masyarakat atau wali murid masih menginginkan anaknya belajar tatap muka, alasannya itu karena mereka merasa tidak menyentuh semua aspek kehidupan,” ujar Fajar lagi.

Disinggung apakah tidak khawatir beresiko, Fajar mengaku tidak begitu khawatir dan kondisi yang terjadi saat ini memang tidak ada satu pun klaster sekolah. Bahkan jika dilihat penyebaran terbanyak bermula dari kepolisian, namun kondisi anak-anak tetap aman. Kemudian jika melihat saat ini kasus begitu tinggi untuk wilayah Kecamatan Meral, namun tidak begitu mengkhawatirkan.

“Kita pun masih nunggu nih, apakah ada Komite Sekolah yang keberatan sekolah tetap dibuka. Tapi sampai saat ini belum ada laporan komite yang keberatan, artinya proses belajar di sekolah masih dan akan tetap kita laksanakan. Kalaupun ada orang tua yang keberatan kita persilahkan dan akan mengizinkan anaknya tidak sekolah. Tapi orang tua pun melihat bahwa sekolah lebih aman,” ungkapnya.

Saat ini, kegiatan belajar mengajar di sekolah baru berjalan dua hari setelah kegiatan pesantren kilat. Dan itu berlaku untuk siswa kelas IV dan V Sekolah Dasar (SD), serta siswa kelas VII dan VIII untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Seperti diberitakan sebelumnya, meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karimun, menjadi perhatian serius bagi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi. Sehingga mewacanakan akan merekomendasikan kepada Dinas Pendidikan untuk dapat mewanti-wanti agar meliburkan sementara waktu siswa sekolah.

“Saya berharap kepada Satgas Covid-19 dan Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, kalau bisa tempat-tempat yang butuh perhatian serius khususnya untuk wilayah zona orange, itu kalau bisa dihentikan dulu, jangan ada aktifitas sekolah,” kata Rahmadi saat menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Karimun secara daring di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Karimun, Senin (26/4).

Sedangkan untuk kawasan zona kuning, dia hanya menyarankan agar kegiatan belajar mengajar tetap lanjut. Namun harus diawasi secara ketat.

“Zona orange seperti Kecamatan Meral, yang jumlah kasusnya memang tertinggi di Kabupaten Karimun, selebihnya zona kuning dan hijau. Sampai saat ini alhamdulillah tidak ada klaster, baik itu klaster guru ataupun klaster siswa tidak ada. Termasuk juga klaster tarawih pun tidak ada,” jelas Rahmadi.

Mengenai status zona di masing-masing Kecamatan, Rahmadi menyebutkan hanya dua Kecamatan yang sampai saat ini belum ada satu kasus pun warganya yang positif Covid. Yakni Kecamatan Durai dan Kecamatan Ungar.

“Kecamatan Ungar dan Kecamatan Durai masih bertahan status zona hijau, sampai sekarang dua Kecamatan itu tidak ada kasus positif,” ungkap Rahmadi.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close