KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Polres Karimun Tetapkan Tekong Kapal Sebagai Tersangka Kasus Perekrutan TKI Illegal

RADIOAZAM.ID – Polisi telah menetapkan status tersangka terhadap seorang tekong kapal bernama DR (49) pada Kamis kemarin (18/3). Dia merupakan salah satu otak yang diketahui terlibat dalam aksi penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara illegal, di kawasan Pamak Kelurahan Tebing Kecamatan Tebing beberapa hari kemarin.

DR tidak hanya bertugas sebagai tekong, tapi juga sebagai perekrut calon TKI yang akan dipekerjakan ke Malaysia secara illegal.

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan mengatakan, DR terbukti melakukan tindak pidana, dengan mempekerjakan TKI tanpa memenuhi persyaratan.

“DR menjalankan aksinya dengan cara berkenalan kepada siapapun dari berbagai daerah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera dan lainnya. Tersangka berkomunikasi dengan calon korban sambil bertanya, apakah ada orang yang ingin bekerja di Malaysia,” kata Adenan.

Berdasarkan pengakuan DR, dia merekrut calon TKI seorang diri saja, dan hasilnya didapati 12 orang korban satu diantaranya merupakan perempuan.

Hanya saja, Polres Karimun masih terus mendalami kasus tersebut, untuk menelusuri apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kasus pekerja Migran Indonesia yang akan dikirim ke Malaysia itu.

“Masih kita selidiki apakah ada pihak lain yang membantu,” pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, DR dikenakan pasal 81 dan 83 undang-undang 18 tahun 2017, tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman 10 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, 12 orang calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal diamankan Satreskirm Polres Karimun, di sebuah rumah warga di kawasan Ranggam Kelurahan Tebing Kecamatan Tebing, Selasa (16/3).

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan mengatakan, penangkapan dilakukan berawal dari informasi Direktorat Kriminal Umum Polda Kepri, kemudian ditindaklanjuti dan berhasil diamankan 12 orang calon TKI illegal, yang akan berangkat ke negara tetangga Malaysia.

“Dari 12 orang yang ditangkap, 11 diantaranya merupakan laki-laki dan satu orang perempuan. Rencananya mereka akan diberangkatkan ke Malaysia,” kata Adenan.

Bersamaan dengan 12 TKI illegal tersebut, turut diamankan satu orang tekong kapal, yang bertugas membawa para calon pekerja melalui jalur gelap dengan rencana tujuan ke negara Malaysia.

Ke 12 calon TKI illegal bukan warga Karimun melainkan dari luar daerah. Masing-masing mereka, dipatok harus membayar Rp4 juta, baru dapat berangkat secara illegal ke Malaysia.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close