KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

PT Timah Tbk Wilayah Kepri dan Riau Dukung Budaya Kearifan Lokal Nelayan Kundur Barat

RADIOAZAM.ID – PT Tambang Timah hadir ditengah-tengah masyarakat yang mewarisi dan mempertahankan budaya atau kearifan lokal, dalam kegiatan sedekah laut yang digelar Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Batu Tuan, di Pantai Tuah Kobel Desa Sawang Selatan Kecamatan Kundur Barat, Kamis (24/9).

Hal tersebut dapat dilihat saat General Manager (GM) PT Timah Tbk Wilayah Kepri dan Riau, Robertus Bambang Susilo beserta staf hadir dalam kegiatan itu. Mereka turut larut dan hikmad mengikuti serangkaian acara yang tetap menjalankan protokol kesehatan, bersama Camat Kundur Barat, Murnizam, Kepala UPTD Perikanan Kecamatan Kundur, Elva, Bhabinsa Sawang Laut, Yadi Mulyadi, Ketua KUB Batu Tuan, Supiyanto, serta masyarakat nelayan Desa Sawang Laut.

Dalam kesempatan itu, (GM) PT Timah Tbk Wilayah Kepri dan Riau, Robertus Bambang Susilo mengungkapkan rasa gembiranya, kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional PT Timah, yang tetap melestarikan adat budaya asli warga setempat dan sudah turun tumurun dari nenek moyang, agar dapat dikenal oleh generasi selanjutnya. Sehingga tidak punah dan tetap dilestarikan oleh anak cucu.

“PT Timah senantiasa mensupport kegiatan masyarakat disekitar wilayah operasionalnya, apalagi menyangkut budaya kearifan lokal. Semoga kedepan kegiatan seperti ini dapat di explor lebih baik lagi, sehingga dapat dijadikan agenda tahunan untuk menarik wisatawan,” kata Robertus.

Sementara itu, Ketua Nelayan KUB Batu Tuan Desa sawang Laut Kecamatan Kundur Barat, Supianto mengungkapkan rasa terimakasihnya, atas kehadiran manageman PT Timah, dalam hal ini langsung dihadiri oleh GM PT Timah Wilayah Kepri dan Riau, Robertus Bambang Susilo beserta staf, yang turut serta mengikuti rangkaian kegiatan sedekah laut.

Seorang nelayan tengah mempersiapkan perlengkapan kegiatan sedekah laut yang digelar KUB Nelayan Batu Tuan Desa Sawang Laut Kecamatan Kundur Barat,Kamis (24/9)

“Terimakasih kepada PT Timah yang senantiasa mensupport setiap kegiatan masyarakat nelayan, khususnya Kelompok Nelayan Batu Tuan serta nelayan disekitar wilayah operasionalnya,” ujar Supianto.

Sedekah laut yang merupakan sebuah istilah dari masyarakat nelayan, merupakan tradisi turun temurun dari orang tua terdahulu, yang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat khususnya Kelompok Nelayan Batu Tuan Desa Sawang Laut setiap tahunnya.

Hanya saja lanjut Supianto, seiring berjalannya waktu maka saat ini masyarakat lebih sering menyebutnya dengan kegiatan doa bersama, yang dapat diartikan sebagai ungkapan rasa syukur dari masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan karunia dan keselamatan dalam beraktifitas di laut, sehingga masyarakat sampai saat ini tetap menjalankannya sebagai tradisi dan kearifan lokal.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close