KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Realisasi Pajak di 2019 Lebihi Target, Bapenda Karimun Setor ke Kas Daerah Rp276 M

RADIOAZAM.ID – Realisasi pendapatan dari sektor pajak ditahun 2019 mencapai Rp276 Miliar. Dengan presentase sebesar 102 persen. Angka tersebut dinilai melebihi dari target yang ditentukan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karimun, Kamarulazi mengatakan, angka Rp276 Miliar diperoleh dari 10 jenis pajak yang dipungut.

“Pendapatan di tahun 2019 kita mampu melebihi target, dari Rp269 yang ditrgetkan, dapat dilampaui dengan nilai Rp276 Miliar atau 102 persen,” kata Kamarulazi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/1).

Adapun realisasi dari 10 sektor pajak yang dipungut antara lain, pajak hotel Rp7,621 Miliar, dengan presentase 97 persen, pajak restoran Rp5,642 Miliar, dengan presentase 110 persen, pajak hiburan Rp2,047 Miliar, dengan presentase 104 persen, pajak reklame Rp1,683 Miliar, dengan presentse 105 persen, pajak penerangan jalan Rp15,943 Miliar, dengan presentase 102 persen, pajak air tanah Rp84 Juta, dengan presentase 112 persen.

Kemudian pajak sarang burung walet Rp37 juta lebih, dengan presentase 125 persen, pajak Bea Peroleahan Hak Atas Tanah dan Bangunan BPHTB Rp10,69 Miliar, dengan presentase 106 persen, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp7,387 Miliar, dengan presentase sebesar 105 persen, terakhir pajak mineral bukan logam Rp225 Miliar, dengan presentase 102 persen.

“Ada dua item pendapatan yang nilainya signifikan dalam melampaui target, yakni PBB yang ditargetkan Rp7 Miliar, tapi mampu mencapai Rp7,387 Miliar atau sebesar 105 persen. Yang paling besar kontribusinya dari pajak mineral bukan logam, mampu menyumbang Rp225 Miliar, dan presentasenya pun 102 persen,” terangnya.

Menurut Kamarulazi, jika ke sembilan jenis pajak digabungkan, maka belum dapat melampaui dengan pendapatan yang diperoleh dari sektor mineral bukan logam. Penyumbang terbesar itu didapat dari tambang granit yang masih menjadi primadona.

Jika dibanding dengan pendapatan ditahun 2018, justru mampu menyetor ke kas daerah sebesar Rp281 Miliar lebih. Artinya, terjadi selisih Rp4 Miliar dengan pendapatan ditahun 2019 yang mampu mencapai Rp276 Miliar.

“Penyebab menurunnya pendapatan tahun 2019 karena berpengaruh dengan sektor granit, kan ada juga yang tutup, sehingga presentasenya pun menurun. Sektor ini memang begitu besar dampaknya, sedikit saja presentsenya bergeser, maka nilai yang kita dapatkan pun akan bergeser cukup jauh,” terangnya.

Ditahun 2020 ini, Bapenda menargetkan pendapatan yang sedikit menurun, dengan nilai Rp272 Miliar. Penurunan target tahun ini dikarenakan pengaruh dari lesunya sektor tambang granit.

“Kita tidak bisa memaksakan untuk melebihi target, karena kondisinya granit yang sangat berpengaruh. Sehingga memang terjadi penurunan Rp4 Miliar darai angka yang mampu kita peroleh ditahun 2019,” tutup Kamarulazi.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close