KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Rutan Karimun Terbaik se Kepri, Persiapkan Fasilitas PAUD Untuk Pendidikan Anak-Anak Warga Binaan

RADIOAZAM.ID – Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kepri, Husni Tamrin menilai, Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun merupakan satu-satunya rutan terbaik di Provinsi Kepri.

Hal itu disampaikan Husni Tamrin saat melakukan agenda safari ramadhan di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun, Senin (19/4).

“Atas penilaian terhadap satu-satunya Rutan terbaik di Kepri ini, maka Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Penilaian ini dilakukan pemantauan berkali kali kami bersama Kepala Divisi,” jelas Husni.

Bahkan menurutnya, penilaian tersebut bukan saja dilakukan oleh internal dari KemenkumHAM saja, tapi juga dari Tim Penilai Nasional (TPN), termasuk juga dari Ombudsman dan Biro Pusat Statistik.

“Melalui penilaian ini, maka Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun dinyatakan bebas KKN atau bebas pungutan liar (Pungli). Serta telah melakukan peningkatan pelayanan publik dan reformasi birokrasi. Bahkan predikat yang diapat selain terbaik di Kepri, juga mendapatkan penilaian sebagai Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” ujarnya.

Dengan prestasi yang dicapai, Husni mengingatkan kepada Rutan Kelas II Tanjungbalai karimun agar dapat lebih meningkatkan pelayanan publik. Yang tentunya dengan membuat berbagai macam inovasi.

“Memang layanan kepada masyarakat secara langsung masih kita tutup karena Covid-19, sehingga diperlukan inovasi,” katanya lagi.

Sementara, Kepala Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun, Dody Naksabani mengatakan, saat ini pihaknya juga tengah berupaya melakukan beberapa inovasi layanan bagi masyarakat.

Salah satunya adalah rencana menyediakan fasiltias pendidikan, yakni khusus Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), bagi anak-anak yang orang tuanya ditahan di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun.

Dikatakan Dody, saat ini Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun sedang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, dalam mewujudkan rencana inovasi tersebut.

“Tujuan inovasi dalam membuka fasiltias pendidikan PAUD adalah, agar anak-anak warga binaan juga dapat hak pendidikan yang layak, sama seperti anak-anak lainnya. Saat ini orang tua mereka menjalani hukuman didalam, dan tidak bisa mencari nafkah. Maka melalui inovasi ini kita ingin membantu mereka, karena dini kita memanusiakan manusia,” terang Dody.

Inovasi yang direncanakan itu bukan main-main, Dody telah merencanakan agar sebagaian tunjangan seluruh pegawai termasuk tunjangan dirinya sebagain, disumbangkan untuk membayar gaji para tenaga pendidik.

Langkah tersebut dilakukan lantaran Dinas Pendidikan mengaku tidak bisa menyediakan tenaga pengajar berikut dengan sistim penggajiannya.

“Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun mengaku tidak dapat menyediakan tenaga pengajar, maka solusinya kami akan gunakan sebagian tunjangan untuk membayar gaji pegawai,” ungkapnya.

Dalam kunjungan safari Ramadhan Kanwil Kemenkum HAM Kepri itu, disejalankan dengan kegiatan pembukaan pesantren kilat bagi warga binaan tahun 2021.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close