KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Sabu Hampir 17 Kilogram dan Pil Happy Five Berhasil Diamankan, Diselundupkan Dari Malaysia Tujuan Guntung-Riau

Narkoba Disembunyikan Dalam Dua Tabung Gas 14 Kilogram Yang Dimodifikasi

RADIAOZAM.ID – Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri berhasil mengamankan narkoba jenis sabu 17 kilogram, dan pil happy dive 1000 butir, yang diselundupkan dari Malaysia tujuan Sungai Guntung-Riau, Kamis (29/4).

Narkoba senilai lebih dari Rp17 Miliar itu dibawa oleh kapal kayu KM Tohor Jaya dari Batu Pahat Johor Malaysia, kemudian dicegat oleh kapal patroli Bea dan Cukai Kepri di perairan Pulau Burung sekira pukul 03.00 WIB. Dari atas kapal tersebut didapati lima orang awak kapal. Mereka kemudian digiring ke pelabuhan Bea Cukai Kepri di Tanjungbalai Karimun.

Setibanya di Pelabuhan, penggeledahan dilanjutkan dan didapati dua buah tabung gas berkapasitas 14 kilogram yang mencurigakan. Setelah dibongkar, ternyata tidemukan 17 bungkusan sabu dan empat bundel lagi pil happy five.

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto menjelaskan, penangkapan narkoba tersebut berawal dari informasi yang diperoleh, atas adanya indikasi rencana pengiriman narkoba. Kemudian dilakukan rencana penangkapan oleh tim Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Dalam merespon informasi itu, sebanyak lima unit kapal patroli dikerahkan, untuk melakukan penangkapan dan pencegatan dilakukan sekitar pukul 02.50 WIB. Sebelum diamankan, terdapat satu kapalkayu yang belum diketahui sebagai pembaya paket narkoba dari Malaysia, lalu dihentikan dan petugas naik kepal untuk melakukan penggeledahan.

“Kondisi dilaut tidak ideal untuk kita lakukan penggeledahan dan pemeriksaan secara detail. Sehingga kapal tersebut digiring menuju pelabuhan di Kanwlil DJBC Khusus Kepri di Karimun. Kemudian pemeriksaan dilanjutkan,” ujar Agus melalui siaran pers yang dikirim, Jumat (30/4).

Dikatakan, modus penyelundupan narkoba kali ini terbilang unik dan modus baru, karena menggunakan tabung gas untuk mengelabui petugas yang telah dimodifikasi.

Kanwil DJBC Khusus Kepri kemudian melakukan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), dalam melakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih jauh. Guna mengetahui pemilik sebenarnya serta metode mereka dalam melakukan transaksi.

“Kerjasama dengan BNN juga bertujuan untuk membantu mengungkap serta memotong mata rantai sindikat penyelundupan narkoba. Hal tersebut sejalan dengan semangat sinergi dalam penanganan kasus narkoba,” tambahnya.

Dari hasil penindakan itu, barang bukti narkoba beserta kapal KM Tohor Jaya berikut 5 orang ABK dilimpahkan kepada BNN. Pelaku dikenakan undang-undang 35 tahun 2009, tentang narkotika, dan undang-undang nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close