KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Satpolair Kembali Cegat 23 Orang Asal Riau Masuk Karimun Secara Sembunyi, Tes Antigen Negatif Covid dan Diserahkan ke Keluarga

RADIOAZAM.ID – Satpolair Polres Karimun kembali mencegat warga asal Provinsi Riau, yang masuk ke wilayah Kabupaten Karimun secara sembunyi-sembinyi. Dengan jumlah total sebanyak 23 orang dari dua kapal kayu, Sabtu (22/5).

Satu unit kapal yang dicegat berisikan 11 orang asal Sungai Upih Penyalai Kabupaten Indragiri Hilir, dan satu kapal lagi berisi 12 orang dari Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan. Mereka ditahan karena masuk wilayah Kabupaten Karimun tidak mengantongi dokumen kesehatan tes Covid-19.

Kedua kapal tersebut ditahan saat masuk ke perairan Karimun, dan akan sandar di Pelabuhan Kolong Kecamatan Karimun.

Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap 23 orang yang dicegat tidak satupun mengantongi dokumen kesehatan bebas Covid-19.

“Hari ini kami kembali mengamankan warga asal Provinsi Riau sebanyak 23 orang dari dua unit kapal. Mereka masuk ke wilayah Kabupaten Karimun tanpa disertai dokumen kesehatan bebas Covid-19 dari daerah asal,” ujar Binsar, Sabtu (22/5).

Karena tidak bisa menunjukkan dokumen bebas Covid-19 dari daerah asal, maka ke 23 orang tersebut kemudian diserahkan ke Satgas Covid-19 Kabupaten Karimun untuk dilakukan pemeriksaan swab antigen.

“Hasil dari swab antigen tidak ada yang positif. Sehingga diserahkan kepada pihak keluarganya. Tapi jika nanti mereka ada yang terkonfirmasi, maka akan dikarantina secara terpusat,” tambahnya.

Binsar menjelaskan, satu kapal yang dicegat beralasan datang ke Karimun karena mengantarkan anak mereka, yang akan masuk sekolah di Kabupaten Karimun. Kemudian satu kapal lagi baru pulang mudik lebaran di Indragiri Hilir. Dan kembali ke Karimun menggunakan kapal pompong.

Dikatakan Binsar, Satpolair Polres Karimun terus melakukan pengawasan di perairan Karimun. Sehingga seluruh penumpang kapal akan diperiksa dan di interogasi.

Untuk itu dia menghimbau kepada masyarakat yang akan masuk wilayah Kabupaten Karimun, agar dapat melalaui jalur resmi.

“Mari tertib dan masuk melalui jalur resmi. Karena jika ada yang positif, tentu akan membahayakan orang banyak. Kami minta pengertiannya,” imbuh Binsar.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close