KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Satresnarkoba Polres Karimun Amankan 3956 Pil Ekstasi

Hasil Pengungkapan Dari Dua Tersangka

RADIOAZAM.COM – Satresnarkoba Polres Karimun mengamankan dua orang tersangka, atas kasus kepemilikan narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 3956 butir, dengan merek Leggo.

Keduanya adalah pria bernama AC dan IS yang diamankan pada 9 dan 10 September kemarin di dua tempat berbeda. Dari pengungkapan kasus itu Polisi juga berhasil mengamankan 466 butir pil happy five.

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya dalam keterangan resminya mengatakan, pengungkapan kepemilikan ribuan butir narkotikan jenis pil ekstasi itu berawal dari ditangkapnya seorang pria bernama AC, pada lobi salah satu hotel di Jalan Teuku Umar Kecamatan Karimun pada 9 September pukul 23.15 WIB.

Didapati empat butir pil ekstasi yang berhasil diamankan dari saku celana sebelah kiri tersangka AC, yang dibungkus plastik bening. Lalu dilakukan pengembangan dan diperoleh informasi bahwa barang haram itu dia peroleh dari seorang pria bernama IS, yang tinggal di Jalan Asia Afrika Gang Sudjak RT 003 RW 004 Kelurahan Sungai Lakam Timur Kecamatan Karimun.

Penangkapan terus dilanjutkan dalam satu malam itu, lalu Polisi mendatangi kediaman IS pada 10 September tepat pukul 01.30 WIB dinihari.

“Saat rumahnya didatangi, IS tengah memegang dua butir narkotika jensi pil ekstasi di tangan kanannya. Lalu kita lakukan penggeledahan di semua bagian rumahnya. Dengan diaksasikan pihak RW setempat,” kata Hengky, Kamis (12/9).

Dari penggeledahan yang dilakukan, tim Satresnarkoba Polres Karimun menemukan satu paket narkotika diduga jenis shabu dalam kotak rokok merek tertentu, selanjutnya ditemukan satu bungkus plastik besar yang didalamnya terdapat empat bungkus besar, masing-masing berisikan 10 paket sedang narkotika diduga jenis pil ekstasi merek Leggo warna biru.

“Jumlahnya setelah dihitung sebnayak 3950 butir pil ekstasi. Lalu penggeledahan terus dilakukan dan kembali ditemukan pil jenis happy five sebanyak 466 butir. Serta satu paket narkotika diduga jenis shabu, yang ditemukan dari dalam lemari dapur rumah tersangka,” tambah Hengky.

Menurut pengakuan IS kata Hengky, barang haram narkoba itu didapatkan dari seorang pria bernama AS, yang saat ini telah berstatus sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Kedua tersangka berikut barang bukti diamankan di Mapolres Karimun untuk proses lebih lanjut.

Pasal yang dikenakan terhadap tersanka IS adalah, pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 undang-undang Republik Indoensia nomor 35 tentang narkotika, ancaman hukuman paling singkat lima tahun penjara dan pling lama 20 tahun penjara, atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati atau pidana denda Rp1 Miliar sampai Rp10 Miliar. Pasal 62 ayat undan-undang Republik Indonesia nomo 5 tahuhn 1997 tentang sikotropika, dengan ancaman penjara paling singkat lima tahun dan pidana denda Rp100 juta.

Sementara terhadap tersangka AC, dikenakan pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat empat tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara, atau pidana denda Rp800 juta sampai Rp10 Miliar.

Berdasarkan pengakuan IS, ribuan butir narkotika jenis pil ekstasi itu didapat dari seseorang pri yang baru ia kenal. Dengan upah yang diperoleh senilai Rp20 Juta.

“Saya kenal AS dari kawan juga, dan baru kali ini saya jual pil ekstasi. Sudah sempat saya jual empat butir. Kebetulan pembelinya adalah AC. Saya jual satu butir Rp160.000,” terang IS.

Pria yang sehari-harinya sebagai wiraswasta itu mengaku membutuhkan uang tambahan, untuk biaya sewa rumah.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close