KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Satu Warga Karimun Dikabarkan Positif Corona Dari Hasil Rapid Tes

Kadinkes: Masih Ada Tahapan Pemeriksaan Untuk Kepastian Benar-Benar Positif

RADIOAZAM.ID – Satu orang warga Karimun terindikasi positif corona, berdasarkan hasil rapid tes yang dilakukan pada Selasa kemarin (31/3).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Karimun, Rahmadi membenarkan informasi warga Karimun yang terindikasi positif tersebut. Namun dia memastikan hasil rapid tes tidak bisa dijadikan patokan, artinya masih ada proses pemeriksaan lanjutan untuk memastikan benar-benar positif corona.

“Sampai saat ini yang dipastikan positif belum ada tambahan. Kalau yang hasil pemeriksaan dari rapid tes memang ada yang positif. Tapi kan kalau yang namanya rapid belum tentu hasil akhirnya nanti positif,” kata Rahmadi, Rabu pagi (1/4).

Dijelaskan Rahmadi, untuk memastikan apakah hasil dari pemeriksaan rapid tes itu benar-benar positif, harus
dilakukan pemeriksaan lanjutan PCR atau menggunakan uji lab swap di Jakarta, dan saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji lab disampaikan.

Hanya saja, Rahmadi enggan menyebutkan nama daerah yang dikunjungi pasien positif rapid, yang saat baru pulang dari berpergian namun dinyatakan positif. Namun, bersamaan dengan dia, ada 15 orang lainnya yang diperiksa menggunakan rapid tes pada Selasa kemarin (31/3), dengan hasil satu positif rapid tes.

“Status pasien adalah Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Dan sudah sudah dilakukan karantina total di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani. Sementara pihak keluarganya menjalani karantina mandiri di rumahnya, dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP),” tambahnya.

Dijelaskannya, alasan memeriksa terhadap 16 orang menggunakan rapid tes pada Selasa kemarin (31/3), karena semuanya dinilai beresiko dengan beberapa kriteria. Sehingga tidak hanya dia saja yang di cek, tapi ada yang kontak keras dalam menangani pasien, kemudian ada ODP, ada PDP.

“Sehingga didapati satu orang ini lah hasilnya positif rapid, belum positif dari hasil uji lab dengan cara PCR atau uji lab swap,” kata Rahmadi mengulangi.

Disebutkan Rahmadi, hasil uji lab Jakarta belum bisa dipastikan kapan akan keluar, karena begitu banyak pemeriksaan yang dilakukan dari berbagai daerah.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat, agar tidak perlu terlalu khawatir mengenai hasil positif rapid tes, karena bukan sesuatu yang perlu ditakutkan.

“Rapid tes ini kan sifatnya hanya screening, maksudnya hanya tes awal, mengarah atau tidak. Kalau mengarah berarti ada kecenderungan disana sehingga kita lebih waspada. Sehingga kita boleh waspada tapi tidak usah terlalu berlebihan,” imbunya.

Bahkan lanjut Rahmadi, hasil positif rapid tes bisa saja berubah negatif jika nanti di PCR atau uji lab jadi negatif. Begitupun sebaliknya, jika hasilnya hasil negatif bisa saja hasilnya positif saat uji lab.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close