KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Seluruh Teman Kecil TKIT Darul Mukmin Bersemangat Main Flyng Fox, Dalam Kegiatan Outbond Tahunan

RADIOAZAM.ID – Teman-teman kecil (sapaan bagi peserta didik) Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Darul Mukmin, tampak merasa bersemangat dan tidak takut dalam mengikuti kegiatan outbond yang digelar di lingkungan sekolah, Senin (13/6/2022).

Hal itu dibuktikan saat jenis permainan flyng fox yang sangat memacu adrenalin, terbang dari ketinggian menggunakan tali namun tetap menggunakan safety, justru menjadi favorit anak-anak dan seluruhnya meminta untuk mengulangi lagi dengan wajah ceria.

Dari otubond yang dilaksanakan, ada lima jenis permainan yang disediakan dari tim Azam Learning Club (ALC) Yayasan Darul Mukmin, diantaranya adalah flyng fox, merayap, merangkak, keseimbangan dan menangkap ikan.

Kepala TKIT Darul Mukmin, Dina Marlina Lubis mengatakan, otubond yang dilaksanakan merupakan kegiatan wajib tahunan TKIT Darul Mukmin. Dimana agenda tersebut merupakan kegiatan yang dilakukan di alam terbuka atau outdoor, dengan melakukan beberapa simulasi permainan baik secara individu maupun perkelompok untuk teman teman kecil.

Menurut Dina, dari jumlah total 46 siswa siswi TKIT Darul Mukmin secara keseluruhan merasa tertantang dan ingin mencoba melakukannya lagi, saat mengikuti outbond tersebut, terutama untuk jenis permainan flying fox yang tentunya memacu adrenalin bagi siapapun tanpa terkecuali.

“Meskipun awalnya sebagian ada yang takut-takut, tapi setelah mengikutinya ternyata mereka minta mengulanginya lagi untuk bermain flyng fox. Alhamdulillah 98 persen anak-anak mengikuti kegiatan permainan outbond ini secara keseluruhan,” ujar Dina.

Dijelaskannya, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada dasarnya menyelenggarakan kegiatan belajar sambil bermain, karena pada usia pra sekolah anak sangat membutuhkan keleluasaan, untuk bermain dan mengembangkan fungsi fisiologis serta psikologis, yang berkenaan dengan permainannya.

“Bermain adalah hal penting bagi seorang anak. Permainan dapat memberi kesempatan untuk melatih keterampilan, dan dapat mengembangkan ide-ide sesuai dengan cara dan kemampuannya sendiri, hingga pada ahirnya diharapkan dapat membantu proses belajar anak,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Dina juga menjelaskan, bahwa outbond bagi anak usia dini dapat diartikan, sebagai suatu kegiatan pembelajaran yang secara langsung dilakukan di alam terbuka. dengan memanfaatkan alam sebagai media pembelajaran, kegiatannya belajar sambil bermain diisi oleh permainan atau ketangkasan, dalam usaha membentuk kepribadian, memantapkan pemahaman kepemimpinan dan membentuk karakter anak untuk lebih percaya diri.

Dengan kata lain, metode outbound merupakan sebuah pendekatan atau metode belajar melalui pengalaman, yang langsung dirasakan para teman-teman kecil di alam terbuka.

Dina menambahkan, anak-anak langsung merasakan sukses atau gagal dalam melaksanakan sebuah tugas, karena anak terlibat langsung secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Jadi metode outbound merupakan suatu upaya proses belajar dan berlatih, yang bertujuan untuk menumbuhkan keterampilan tertentu pada anak usia dini.

“Melalui pengalaman belajar di alam terbuka, ditemukan adanya keterangsangan minat belajar dan kegembiraan pada diri anak dalam bermain, sehingga mereka akan belajar dan memahami makna dari bermain tersebut,” ucapnya mengakhiri.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close