TERKINI

Semua Guru di SMPIT Darul Mukmin Siap di Vaksin Covid-19, Sebagai Syarat dan Kesiapan Belajar Tatap Muka di Sekolah

RADIOAZAM.ID – Keluarga besar Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Darul Mukmin, memastikan siap mendukung program pemerintah dalam vaksinasi Covid-19. Sebagai kesiapan sebelum melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah.

Sehingga semua guru dan TU di sekolah tersebut akan mengikuti vaksin sebagaimana yang telah dijadwalkan pada Jumat besok (4/6), di Puskesmas Tanjungbalai Karimun.

Kepala SMPIT Darul Mukmin, Nurman Anka Saputra mengatakan, dukungan terhadap program vaksinasi merupakan bentuk keseriusan dari SMPIT Darul Mukmin, dalam mempersiapkan sekolah untuk melakukan proses belajar tatap muka pada tahun ajaran baru 2021-2022.

“Vaksin ini kaitannya juga untuk persiapan belajar secara tatap muka di sekolah. Makanya diprioritaskan untuk guru-guru. Karena kita mau menyongsong tahun ajaran baru. Dan memang ketentuan terakhir bahwa, apapun yang terjadi meski zona merah sekalipun, pembelajaran tatap muka harus dilakukan, walaupun harus bertahap,” ujar Nurman, Rabu (2/6).

Para guru dan karyawan di SMPIT Darul Mukmin pun dijadwalkan akan mengikuti vaksinasi di Puskesmas Tanjungbalai Karimun, pada Jumat pagi (4/6) yang akan diikuti sekitar 20 orang secara keseluruhan. Yang digabung jadwalnya secara bersamaan dengan beberapa pihak guru dari sekolah lainnya.

Penjadwalan vaksinasi tersebut, menyusul surat edaran dari Dinas Pendidikan yang mewajibkan semua guru di Kabupaten Karimun untuk divaksin.

“Jadi salah satu indikator boleh melakukan pembelajaran tatap muka salah satunya adalah, gurunya sudah divaksin. Kalau misalnya tidak begitu (menolak divaksin), bisa jadi sekolah kita tidak diizinkan menggelar proses KBM dengan cara tatap muka,” tambah Nurman.

Hanya saja lanjut Nurman, tidak ada sanksi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan meski diwajibkan para guru untuk divaksin.

“Sebenarnya kalau di beberapa daerah lain itu sanksinya tidak boleh mengajar, tapi kan Dinas Pendidikan belum ada statment apapun mengenai sanksi. Seperti di Pekanbaru itu guru tidak boleh mengajar kalau tidak mau ikut vaksin, kecuali hasil screening itu tidak membolehkan seseorang untuk divaksin, dengan alasan penyakit bawaan, itu lain cerita,” jelasnya.

Oleh karena itu, Nurman pun mengkau akan mewajibkan semua karyawan baik guru maupun TU di SMPIT Darul Mukmin agar ikut divaksin Covid-19, meski belum ada sanksi.

Disinggung sejauh mana kesiapan para guru SMPIT Darul Mukmin untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, Nurman mengaku memang masih ada beberapa guru yang merasa ragu atau khawatir, terutama terhadap vaksin yang terbaru merek AstraZeneca.

“Ada yang merasa ragu dan khawatir dengan vaksin merek AstraZeneca, sebagaimana pemberitaan di media media, bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Bukan mereka menolak untuk divaksin, tapi karena kehebohan di pemberitaan. Tapi informasinya vaksin yang akan diberikan adalah merek Sinovac,” kata Nurman lagi.

Dia pun sudah berkali-kali memotivasi para guru untuk tetap ikut divaksin. Karena Nurman sudah lebih dulu disuntik vaksin pada 9 Maret 2021 kemarin dan tahap dua pada 23 Maret 2021, di Puskesmas Tanjungbalai Karimun. Tidak ada efek samping atau apapun.

“Yang saya rasakan setelah divaksin justru selera makan semakin bertambah. Vaksin Covid-19 ini sudah dipastikan kehalalalnnya oleh MUI dan BPOM. Mengenai efek vaksin AstraZeneca yang sempat dikhawatirkan itu sudah ditarik oleh BPOM, saya sudah tanya ke beberapa guru di sekolah lain, efeknya berbeda dengan yang sudah ditarik. Untuk itu jangan ragu dengan vaksin Covid,” pesannya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close