KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Semua Sekolah Segera Ditambah Muatan Lokal Arab Melayu dan Sejarah Karimun

RADIOAZAM.ID – Bupati Karimun Aunur Rafiq akan menekankan kepada semua sekolah di Kabupaten Karimun, untuk menambah muatan lokal Tulisan Arab Melayu (TAM) bertujuan melestarikan budaya Melayu dan sejarah Kabupaten Karimun.

Rencana itu disampaikan Aunur Rafiq usai menghadiri seminar bedah sejarah Karimun yang digelar aliansi budak balai bersatu, di Gedung Nasional, Sabtu (29/1/2022).

“Ini sejarah dan tidak bisa dihilangkan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah, jadi harus dimasukkan kedalam muatan lokal di sekolah-sekolah. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pejuang. Itu harus ditanamkan kepada generasi penerus nanti,” ujar Rafiq.

Perlunya menanamkan nilai sejarah Kabupaten Karimun dan tulisan Arab Melayu bagi semua pelajar, menurut Rafiq saat ini masyarakat masih banyak yang belum mengetahui tentang asal usul Kabupaten Karimun, berbagai macam cerita rakyat atau hikayat muncul namun hal itu diyakini masyarakat namun tidak berdasar, serta tidak memiliki landasan sejarah yang valid.

“Kalau cerita di masyarakat kan itu hikayat, tapi bedah sejarah Karimun inilah fakta. Yang tercatat didalam sejarah Melayu, bukti-bukti autentiknya ada dan ini bisa dipertanggungjawabkan secara utuh. Maka dalam seminar ini punya dasar yang kuat, dan nantinya akan dituangkan dalam buku Sejarah Karimun lalu diperbanyak, yang memang telah direncanakan untuk disiapkan oleh Raja Syirwansyah selaku pemateri,” ungkap Rafiq.

Nantinya, buku-buku sejarah Karimun akan diperbanyak oleh pemerintah Kabupaten Karimun dan diletakkan pada perpustakaan daerah, serta semua perpustakaan di sekolah-sekolah.

Disamping itu lanjut Rafiq, dari seminar tersebut didapati kesimpulan akhir bahwa keberadaan awal mulanya Karimun berdiri diketahui sudah 189 tahun yang lalu, berdasarkan situs sejarah dan pemaparan pemateri. Sehingga nantinya akan dilakukan kajian dan pembahasan bersama DPRD untuk penetapan hari jadi Karimun.

“Kalau yang saat ini usia 22 tahun itu kan pemerintahan Kabupaten Karimun, yang usia 198 tahun ini lah awal mulanya Karimun berdiri. Kita lihat daerah tetangga seperti Tanjungpinang, Batam, mereka hari jadinya sudah ratusan tahun, berdasarkan sejarah dari kerajaan Riau Lingga, dan kita pun termasuk didalam sejarah kerajaan itu,” terang Rafiq.

Sementara, panitia pelaksana Aliansi Budak Balai Bersatu, Firdaus mengaku, secara umum masyarakat Kabupaten Karimun sejauh ini memang masih tabu akan sejarah Kabupaten Karimun. Sehingga salah satu tujuan dari seminar yang digelar bekerjasama dengan delapan OKP dan Ormas itu, sebagai bentuk mengingat dan mensosialisasikan sejarah yang sebenarnya tentang Kabupaten Karimun.

“Dari seminar ini akan menjadi catatan sejarah. Sehingga kami akan melanjutkan ke DPRD untuk di Perdakan, terkait apa yang menjadi dasar lahirnya Karimun, mulai dari tanggal bulan dan tahun berapa berdirinya. Setelah seminar ini juga kita akan meminta masukan kepada ahli sejarah Prof Malik, kemudian duduk bersama dengan berbagai pihak untuk mencari kesepakatan mengenai sejarah ini,” ucapnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close