KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Siswa TKIT Darul Mukmin Antusias Lihat Dermaga dan Kapal Besar di Kanwil DJBC Kepri

Saat Kunjungan Edukasi

RADIOAZAM.ID – Teman Kecil (sebutan dari siswa siswi) Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Darul Mukmin, mendatangi Pangkalan Sarana Operasi (PSO) di Kantor Wilayah Dirjen Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri, di Jalan A Yani Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, Selasa pagi (11/2).

Kedatangan mereka adalah dalam rangka kunjungan edukasi untuk para siswa siswi TKIT Darul Mukmin. Di lokasi PSO, para siswa siswi tampak antusias melihat dermaga cukup besar. Ditambah beberapa kapal besar juga tengah sandar dan ada sebagain dilakukan perbaikan.

“Anak-anak sangat senang sekali melihat hal-hal baru seperti ini, ada dermaga lengkap dengan kapal-kapal yang besar tengah sandar, ada juga kapal yang sedang diperbaiki. Mereka fokus dengan dunia baru yang sebelumnya tidak pernah dilihat langsung,” ujar Kepala TKIT Darul Mukmin, Noorfamayani.

Bahkan kata Noorfamayani, salah seorang siswi bernama Khanza tampak percaya diri ketika sesi ramah tamah, ia maju kedepan melantunkan Al-Quran surah An-Nazi’at.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah, memberikan pembelajaran dan pengalaman yang menyenangkan. Sehingga kunjungan edukasi itu dinilai merupakan agenda wajib di TKIT Darul Mukmin.

“Seperti kita ketahui, memori manusia terutama mereka yang masih sekolah, sangat kuat berdasarkan apa yang disaksikan dan dilihat secara langsung, bukan berdasarkan apa yang mereka dengar saja. Tahap tumbuh kembang otak anak berada pada usia dua sampai enam tahun,” jelasnya.

Dengan demikian, ketika seorang anak memasuki usia tiga tahun, dimana ia sudah dapat memegang pensil, maka memorinya akan semakin kuat dalam mengingat hal-hal yang dialami. Ia juga akan mengerti fungsi dari benda-benda di sekitarnya. Misalnya fungsi pensil untuk menulis, fungsi kertas sebagai alas menulis dan sebagainya.

“Karena pelajaran yang didapat di sekolah hanya membaca, menulis, dan berhitung, maka tujuan kunjungan edukasi ini adalah untuk menciptakan pengalaman, dengan mengenalkan anak terhadap dunia luar,” ungkap Noorfamayani.

Diharapkan, teman-teman kecil mampu mengingat dan merekam semua pengalaman selama kunjungan edukasi. Yang kemudian dapat dikaitkan dengan tema profesi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close