KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Siswa TKIT Darul Mukmin Diajarkan Cara Memasak Sendiri Menu Makanannya, Dalam Kegiatan Cooking Experience

RADIOAZAM.ID – Seluruh siswa siswi di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Darul Mukmin belajar mengenai makanan sehat dan bernutrisi, dalam kegiatan cooking experience atau pengalaman memasak, Jumat (9/9/2022), yang dipusatkan di halaman TKIT Darul Mukmin.

Melalui kegiatan tersebut, para teman kecil yang berjumlah 70 orang memasak sendiri menu makanan mereka, menggunakan peralatan yang sudah disediakan oleh pihak guru. Menu yang dimasak adalah roti bakar isi cokelat.

Mulai dari resep atau bahan-bahan yang diperlukan, menghitung takaran, memasak bahan yang telah disiapkan, selanjutnya mereka mencicipi hasil masakan yang telah selesai.

Kepala TKIT Darul Mukmin, Dina Marlina Lubis mengatakan, sangat banyak manfaat dari kegiatan memasak, sebagai kegiatan yang sangat sederhana namun menyenangkan bagi anak untuk belajar membaca, berhitung, maupun sains. Karena mereka akan membaca resep, menghitung takaran dan bahan-bahan makanan yang akan diolah.

“Selain itu, anak-anak akan belajar tentang nutrisi dan makanan yang sehat. Tak kalah pentingnya adalah mempererat kebersamaan dan mendorong terjadinya komunikasi intens selama memasak bersama. Sehingga mereka akan jadi bersemangat untuk makan karena ikut menyiapkan menunya sendiri,” ujar Dina.

Dari kegiatan memasak itu, anak-anak akan membangun rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan motorik dan mengasah kepekaan indra, yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa, untuk menghasilkan cita rasa makanan yang lezat dan menarik.

Dengan kata lain, tujuan dari kegiatan cooking experience adalah mengasah kemampuan motorik. Semua gerakan yang mungkin dapat dilakukan oleh seluruh anggota tubuh, sedangkan perkembangan motorik anak merupakan bagian dari proses belajar untuk terampil menggerakan anggota tubuh.

Dijelaskannya pula, kegiatan memasak bagi anak-anak sangat bermanfaat untuk mengasah kemampuan motorik halus. Yang artinya, aktifitas dengan menggunakan keterampilan anggota tubuh, kemudian menulis, menyusun benda, imajinasi teratur dan sebagainya.

“Pada dasarnya anak sering meminta bantuan guru untuk membuat karya dibandingkan mereka berinisiatif, dan mencoba sendiri membuat bentuk-bentuk yang mereka inginkan. Sehingga dalam kegiatan cooking experience ini sebagai upaya untuk meningkatkan motorik halus anak. Yang ternyata memiliki banyak manfaat dan tujuan bagi mereka, diantaranya koordinasi mata tangan, kreatifitas dan jiwa seni, kemampuan bersosialisasi, konsep matematika, kemampuan bahasa, serta rasa percaya diri pada anak,” jelasnya.

Dina berharap, dari kegaitan tersebut agar dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, mulai dari 60 persen pada siklus I menjadi 85 persen di siklus II.

“Dengan adanya cooking experience, maka disejalankan dengan program program peningkatan gizi anak melalui permainan memasak. Alhamdulillah respon dari seluruh anak sangat senang dan bahagia,” pungkas Dina.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close