KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

SPAM IKK Sentani Karimun Belum Alirkan Air ke Pelanggan

Beberapa Penunjang Masih Perlu Dilengkapi Pemerintah Pusat dan Daerah

RADIOAZAM.ID – Keberadaan SPAM IKK Karimun Sentani di Danau Sentai Jalan Poros tak kunjung dapat difungsikan meski pengerjaannya telah selesai dua tahun lalu, karena beberapa penunjang tak dilengkapi dan masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.

Bahkan ketika belum juga dioperasikan, fisik bagunan dari lokasi tanki penampung SPAM IKK Sentani sudah mulai rusak, atap gedung sebagian diterpa angin kencang, sehingga saat sidak yang digelar Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, Senin sore (28/), air hujan dengan mudah masuk.

Staf Bagian Teknik SPAM IKK Karimun Sentani, Gunawan menjelaskan, SPAM tersebut selesai dibangun tahun 2018 lalu, tapi belum bisa difungsikan karena ada beberapa penunjang yang masih kurang.

“Seperti mesin pompa yang terpasang hanya dua kali 25 liter per detik, sementara yang dibuthkan adalah satu kali 50 liter per detik, karena pipa yang dibangun adalah untuk kapasitas 50 liter bukan 25 liter, sehingga jalannya air juga sangat kecil. Lalu dua unit pompa juga tidak mungkin digunakan secara bersamaan, karena akan ada yang disiagakan untuk menyiasati gangguan,” jelas Gunawan.

Dia mengatakan, solusi yang telah dilakukan mengajukan pompa intek berkapasitas daya dorong 50 liter per detik.

“Kendalanya tidak hanya pada mesin pompa, tapi juga belum adanya arus listri. Sementara daya yang dibuthkan adalah 197 KVA. Kita punya mesin genset yang dayanya hanya 100 KVA. Tapi tetap juga tak digunakan, karena kondisi dini masih perlu dilengkapi,” tambah Gunawan lagi.

Disinggung tidak adanya upaya untuk mengoptimlakan dan memanfaatkan terlebih dahulu, dengan kondisi mesin pompa apa adanya dari kapasitas 25 liter per detik, sehingga bisa dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat, Gunawan mengaku masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.

“Belum bisa kita manfaatkan dulu, karena masih ada kekurangan yang lain, yakni jaringan distribusi utama dari SPAM IKK Sentani Karimun ini ke bak penampungan di Bukit Tembak Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral. Masih kurang sekitar 120 meter pipa, dengan diameter 12 inchi. Kalau seandainya pompa ditambah, lalu usulkan daya PLN, baru bisa beroperasi dan menambah suplay air bersih,” ucapnya.

Sedangkan anggaran yang dibuthkan dalam melengkapi semua kebutuhan SPAM IKK Sentani Karimun, mencapai miliaran rupiah. Untuk dana awal diluar pompa dan jaringan, ditaksir mencapai Rp600 juta.

“Kita sudah ajukan yang kecil-kecil dari APBD Kabupaten Karimun sekitar tiga bulan lalu. Kemudian untuk yang besar-besar sudah diajukan ke Kementerian PU di Jakarta, itu nilainya mencapai Rp12 Miliar,” ucap Gunawan lagi.

Hanya saja, Kementerian PU meminta agar segera dibuat DED oleh Pemkab Karimun, dan akan segera diproses. Sehingga pada anggaran perubahan tahun ini dapat segera dialokasikan dan terealisasi diawal tahun 2021 mendatang.

“Kalau ini terealisasi maka kita sudah ada dua SPAM, di Danau Bati yang melayani Kecamatan Tebing dan Kecamatan Karimun, dengan kapasitas pompa 65 liter per detik. Lalu Danau Sentani melayani Kecamatan Meral. Sementara ini satu danau melayani semua pelanggan di Pulau Karimun,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani selaku ketua rombongan dalam Sidak tersebut mengatakan, kunjungannya ke SPAM IKK Sentani Karimun adalah dalam fungsi pengawasan, terhadap mitra kerja Komisi II.

“Jadi terhadap keluh kesah pelanggan yang ada, maka kami sikapi dengan langsung mengecek pokok permasalahannya di lapangan. Biasanya keluhan yang ada kami tampung dan dilaksanakan hearing, tapi kali ini kami ingin melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi,” ucap Nyimas Novi.

Meskipun terjadi kendala dalam suplay air bersih, tapi tidak mengharuskan terhentinya pelayanan. Sehingga perlu adanya perbaikan.

“Air ini penting sebagai sumber kehidupan. Kita juga mau menarik minat investor, tapi yang ditanyakan dulu para pengusaha pasti kebutuhan dasar, seperti air bersih dan sebagainya. Kalau ini macet, bagaimana kita mau menjual daerah, sehingga ini menjadi perhatian kami dari Komisi II di DPRD Kabupaten Karimun,” tambah Nyimas Novi.

Nyimas Novi juga menitik beratkan kondisi SPAM IKK Sentani Karimun yang mulai terjadi kerusakan gedung akibat diterpa angin kencang, padahal belum dioperasikan.

“Ini pemeliharaannya menjadi tanggungjawab IKK SPAM Sentani Karimun, karena sudah diserahterimakan dalam satatus pinjam pakai, dan memang belum menjadi hak milik Pemkab Karimun, masih berproses di Kementerian,” pungkasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close