KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Suami Istri di Karimun Bersekongkol Gasak Uang Pembayaran Tagihan 92 Pelanggan PLN

Untuk Bayar Hutang Pinjaman Online Dari 29 Akun

RADIOAZAM.ID – Tersangka agen Baran Rezeki yang menggelapkan pembayaran tagihan listrik bernama NA (27), ternyata dibantu sang suami bernama YD (35) dalam menjalankan aksinya, untuk memanfaatkan uang dari para pelanggan yang tak disetorkan ke PLN.

Informasi itu disampaikan Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan dalam keterangan resminya yang disampaikan di Mapolres Karimun, Jumat sore (2/10).

“Dalam kasus ini didapati dua tersangka, artinya NA tidak sendiri, ada YD sebagai suaminya yang ikut membantu menggelapkan uang tagihan PLN, yang tidak disetorkannya melainkan dimanfaatkan untuk membayar hutang pinjaman online,” kata Adenan.

Dari pengembangan kasus tersebut, Polres Karimun kemudian menemukan sebanyak 92 pelanggan PLN yang menjadi korban agen Baran Rezeki.

“Total kerugian secara keseluruhan korban mencapai Rp68.256.000,” jelas Adenan.

Awalnya lanjut Adenan, korban yang ditemukan hanya 60 orang, namun terus dilakukan pendalaman hingga ditemukan korban lain dan totalnya menjadi 92 orang.

Tersangka NA diketahui sebagai pemilik agen Baran Rezeki, pembayaran PLN yang tidak disetorkannya hanya pada bulan September lalu. Karena uangnya digunakan untuk membayar hutang pinjaman online sebanyak 29 akun.

“Uang dari pembayaran para pelanggan digunakannya untuk bayar hutang pinjaman onlien sebanyak 29 akun,” kata Adenan.

Sedangkan keterlibatan YD sang suami NA, memiliki peran membantu dalam menggunakan uang untuk pembayaran hutang dalam pinjaman online.

NA sendiri mengaku dana dari pinjaman online terhadap 29 akun itu digunakan untuk membuka usaha, sementara biaya pelunasan pinjaman dia gunakan dari uang setorang pelanggan untuk pembayaran PLN.

“Cuma bulan ini, uangnya untuk pembayaran hutang pinjaman online,” kata NA kepada media ini saat diwawancarai.

Sementara YD sang suami NA, mengaku mengetahui perbuatan sang istri yang menggelapkan uang pelanggan pembayaran PLN.

“Saya tahu dan ikut membantu,” ujar YD.

Modus yang dilakukan tersangka, membuat struk menggunakan kertas berlogo POS Indonesia, berikut dengan stempel Lunas dan nama agen Baran Rezeki.

Adapun barang bukti yang disita antara lain, satu unit perangkat komputer, stempel, kertas tagihan, mesin cetak struk pembayaran dan sejumlah uang.

Pasangan suami istri itu dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan, pasal 372 KUHP penggelapan dan pasal 64 KUHP, dengan ancaman 4 tahun penjara.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close