KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Syarat Bisa Berangkat ke Singapura dan Malaysia Harus Sudah Vaksin Dosis Booster, 1 April Pelabuhan Karimun Buka Pelayaran Internasional

Perekonomian Karimun Diharapkan Mampu Naik Jadi 4 Persen

RADIOAZAM.ID – Bupati Karimun Aunur Rafiq memastikan pelayaran internasional dari Karimun menuju Singapura dan Malaysia, akan dibuka pada 1 April 2022 mendatang.

Kepastian itu disampaikannya setelah berkomunikasi beberapa kali dengan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, yang memberikan sinyal bahwa Kabupaten Karimun diperbolehkan membuka jalur pelayaran internasional.

“Dalam dua hari ini saya intens berkomunikasi dengan Gubernur Kepri Bapak Ansar Ahmad, kemarin dan terakhir tadi pagi masih berkomunikasi. Bahwa Kabupaten Karimun telah diizinkan untuk buka jalur pelayaran internasional per 1 April,” ungkap Rafiq saat membuka MTQ Kabupaten Karimun ke VIX di Masjid Agung Karimun, Sabtu (26/3/2022).

Sebagai persiapan, Rafiq akan menggelar rapat bersama semua pihak terkait pada Senin besok (28/3/2022) di Kantor Bupati. Yang juga akan dihadiri Dinas Perhubungan Provinsi Kepri serta instansi vertical seperti dari KSOP, Imigrasi dan lainnya.

“Kalau syaratnya sudah harus vaksin dosis pertama, kedua dan dosis ketiga atau booster. Dalam satu minggu ini kita harus kejar minimal target vaksin dosis booster bisa menapai 25 persen sampai 30 persen,” ujarnya.

Kendati demikian, Rafiq menghimbau kepada masyarakat agar turut mendukung program pemerintah dalam vaksinasi sampai dosis booster, meskipun tidak berangkat keluar negeri.

Saat ini, bagi yang akan vaksin dosis booster tidak harus menunggu sampai waktu enam bulan, melainka sudah bisa dilakukan tiga bulan jarak dari vaksin dosis kedua.

“Silahkan datang ke Puskesmas atau tempat-temat vaksin yang disediakan. Vaksin booster dalam dua hari ini akan kembali tersedia, kalau beberapa hari kemarin memang stoknya habis, tapi kita sudah minta ke Provinsi,” ungkapnya.

Bagi wisatawan manca negara yang tiba di Karimun nantinya, pasti tetap mengikuti aturan dari negara mereka yang akan tetap sama ketika sampai di tempat tujuan, yakni harus sudah vaksin sampai dosis booster, bahkan harus ada PCR.

“Tapi kalau tiba ditempat kita, tidak akan melakukan karantina apa lagi kalau mereka sudah memenuhi syarat syarat. Bahkan kalau memang yang tiba di Karimun adalah warga kita sendiri, KTP atau paspor merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) tak perlu kita persulit,” jelas Rafiq.

Ketika sudah mulai beroperasi, Rafiq memastikan tidak perlu menambah jumlah personil satgas di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun. Dengan alasan jam kunjungan wisatawan sudah ditentukan sesuai dengan jadal kapal.

“Tenaga yang ada sudah cukup karena kalau tambah tenaga tentu menyangkut biaya. Kita bersyukur Karimun sama dengan Batam dan Bintan serta Kabupaten Kota yang lainnya, bahwa pelabuhan internasional akan kembali beroperasi 1 April ini,” terang Rafiq.

Dia berharap, dengan dibukanya kembali pelayaran internasional Singapura dan Malaysia, akan membawa dampak yang sangat besar bagi perekonomian Kabupaten Karimun.

Salah satunya adalah indeks perekonomian Kabupaten Karimun akan meningkat, dari 2,37 persen saat ini, diharapkan mampu menambah dua digit angka lagi.

“Saat ini indeks perekonmian Kabupaten Karimun 2,37 prsen, angka sebelumnya adalah minus 3,59. Yang sekarang sudah berangsur dan cukup baik. Ketika dibukanya pelabuhan internasional per 1 April, mudah-mudahan indeks perekonomian kita bisa mencampai 4 persen,” pungkasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close