KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Tenaga Kesehatan RSUD M Sani Protes Insentif Covid Tak Dicairkan, Pasang Papan Bunga di Kejaksaan Karimun

RADIOAZAM.ID – Papan bunga biasanya dikirim untuk ucapan dukacita atapun sukacita, namun kali ini berbeda dengan papan bunga yang disampaikan tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, mereka mengirim papan bunga di Kantor Kejasaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai Karimun, sebagai bentuk menyampaikan informasi ada dana atau hak mereka yang tak kunjung dibayarkan oleh manageman rumah sakit.

Sontak saja dua papan bunga itu menjadi perhatian pengendara yang melintas di Jalan A Yani persis dipinggir Kantor Kejari Tanjungbalai Karimun, Senin (4/1), dengan pesan yang disampaikan yakni, “YTH Pejabat Daerah Kabupaten Karimun, tolong berikan hak kami, sebagai garda terdepan melawan pandemi Covid-19, ditambah tagar#insentifnakes”.

Satu papan lagi berisi tulisan tentang, YTH Pejabat Daerah, Tolong Perhatikan Kami, Nakes RSUD M Sani, Kewajiban Sudah Kami Tunaikan, Berikan Hak Kami, dengan tagar #InsentifCovid-19.

Dua papan bunga itu kemudian viral di media sosial, bahkan masyarakat saling berbalas komentar atas postingan foto dari papan bunga tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Tanjungbalai Karimun Andriansyah mengatakan, terkait hal tersebut telah masuk laporan yang ditujukan kepada Kejari Karimun, mengenai pembayaran insentif tenaga kesehatan mulai bulan September hingga Oktober tahun 2020 tak kunjung dibayarkan oleh manageman RSUD.

“Kami sudah kroscek langsung dan mendapatkan klarifikasi dari beberapa pihak. Bahwa keterlabatan insentif itu dikarenakan keterlambatan usulan dari Dinas Kesehatan. Oleh karena itu kami Kejasri Karimun berencana akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas Kesehatan dan manageman RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun,” tambahnya.

Dari hasil klarifikasi itu, didapati total dana yang belum di cairkan sebesar Rp1,4 Miiar. Namun belum diketahui untuk berapa orang.

Rencananya, manageman RSUD Muhammad sani akan dipanggil pada hari Selasa (5/1), guna menanyakan perihal keterlambatan pembayaran insentif.

Andriansyah juga sudah melakukan kroscek dan dana Rp1,4 Miliar masih berada di Badan Keuangan Daerah (BUD).

“Katanya dananya masih di BUD. Keterlambatan itu karena pengajuannya lambat, sehingga masuk ke kas BUD lagi. Tunggu hasil jawaban dari RSUD dan Dinas Kesehatan seperti apa jawabannya,” pungkasnya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close