KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Tinggal di Samping PT Saipem, Warga RT 002 RW 003 Pangke Barat Puluhan Tahun Belum Nikmati Listrik Dari PLN

Terpaksa Gunakan Genset dan Keluarkan Biaya Rp60.000 Setiap Malam

RADIOAZAM.ID – Tinggal di kawasan industri, yang terdapat beberapa perusahaan besar seperti PT Saipem Indonesai Karimun Branch (SIKB) dan perusahaan lainnya, namun masyarakat di RT 002 RW 003 Desa Pangke Barat Kecamatan Meral Barat tak kunjung bisa menikmati aliran listrik hingga saat ini.

Semua warga di satu RT tersebut terpaksa mengandalkan mesin genset untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka, yang hanya menyala pada jam tertentu karena biaya pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang cukup tinggi.

Sebagaimana yang disampaikan Putri Sarnita, warga yang tinggal berdekatan dengan PT Saipem dan beberapa perusahaan besar lainnya, sejak ia kecil hingga kini sudah beranjak dewasa memang belum pernah menikmati aliran listrik PLN.

“Setiap malam rumah kami mengandalkan mesin genset, menyala hanya pukul 18.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Kalau mau menyala sampai pagi lebih mahal lagi, biaya beli minyak Rp60.000 kalau menyala sampai pukul 06.00 WIB,” ujar Putri, Rabu malam (6/10).

Bahkan untuk mengirit biaya, mesin genset dirumahnya harus dinyalakan secara bergantian, satu malam mati (tidak menyalakan genset sama seklai, dan satu malam menyala, itu pun hanya sampai pukul 21.00 WIB dengan biaya yang dikeluarkan Rp24.000 untuk dua liter BBM.

“Terkadang kalau pekerjaan ketergantungan dengan ponsel, ya harus pandai-pandai agar baterai ponsel tidak mati. Bahkan harus tahan malu untuk sekedar menumpang cas peralatan elektronik dirumah teman,” ungkapnya.

Menurut Putri, memang kawasan tempatnya tinggal tidak tersedia jaringan listrik milik PLN, batas tiang hanya sampai di PT Saipem, setelahnya hingga ke Pantai Pelawan tidak ada jaringan, dan semua warga terpaksa menggunakan genset.

“Cuma di RT kami saja yang belum ada listriknya, di tempat lain apa lagi kawasan kota pasti sudah dapat menikmati listrik 24 jam, sementara kami untuk memenuhi keperluan terpaksa beli mesin genset dan beli BBM sendiri,” terangnya.

Putri berharap agar pemerintah segera menyediakan kebutuhan listrik bagi lingkungan tempat tinggalnya, sehingga masyarakat dapat lebih menghemat biaya pengeluaran dimasa pandemi Covid-19 ini.

Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Kades Pangke Barat, M Thamrin belum berhasil dikonfirmasi, karena nomor ponslenya sedang tidak aktif.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close