KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Wahidin Kahar Berlari Gendong Dua Anaknya Saat Rumah Terbakar, Muhammad Aidil dan Rozita Teriak Histeris Lihat Kobaran Api

RADIOAZAM.ID – Dua anak Wahidin Kahar (47) bernama Muhammad Aidil (11) dan Rozita (6) berteriak histeris, keluarga kecil ini terkejut saat melihat rumahnya terbakar pada Senin dini hari (31/7/20230 sekira pukul 03.00 WIB.

Wahidin Kahar merupakan warga Parit Rengas RT 003 RW 002 Kelurahan Parit Benut Kecamatan Meral. Ia hanya mampu menyelamatkan kedua buah hatinya dan surat-surat penting saat musibah kebakaran terjadi. Setelah menggendong semua anaknya untuk menjauh dari kobaran api, barulah dia menggedor pintu rumah tentangga kiri kanan bersama anaknya untuk meminta bantuan memadamkan api.

Namun musibah subuh hari yang melalap seluruh isi rumah Wahidin Kahar itu, hanya berlangsung sekejap, karena rumahnya terbuat dari papan sehingga sekitar 15 menit semuanya sudah rata dengan tanah.

“Apinya cepat sekali sekitar 15 menit, tim pemadam pun tidak sempat datang dan rumah saya sudah rata dengan tanah. Untungnya saya tidak tidur disitu, karena tadi malam saya tidur dirumah anak yang memang saya buatkan dari batu dan menempel dengan rumah saya. Waktu terbakar itu saya selamatkan anak-anak agar menjauh dari kobaran api, dia sempat terkejut dan berteriak ketika saya bangunkan api sudah membesar,” sebut Wahidin Kahar.

Meski surat-surat berharga dapat diselamatkannya, namun peralatan elektronik dan perabot tidak ada satupun yang tersisa, semuanya habis terbakar seperti televisi, kursi sofa, meja makan, lemari dan sebagainya.

Wahidin Kahar menyebutkan, saat dia bangun dari tidur memang kebakaran sudah semakin membesar, kobaran apir bersumber dari bagian tengah rumah. Sehingga dia menduga sumber musibah itu berasal dari korsleting listrik.

“Kabel listrik dari rumah-rumah tetangga ini semuanya ditarik dari rumah saya, disamping juga, jadi kemungkinan ada yang korslet,” katanya.

Dia mengaku saat ini hanya tinggal bertiga dengan kedua anaknya, sedangkan istri sudah meninggal dunia.

Sementara itu, Lurah Parit Benut, Arman Nusah mengatakan, mendapati informasi kebakaran rumah warganya itu, pagi-pagi sekali ia datang menjenguk Wahidin Kahar, setelahnya menghubungi beberapa pihak termasuk anggota DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani, untuk berdiskusi mencarikan solusi dan bantuan bagi korban kebakaran tersebut.

“Tadi pagi saya sudah sampai disini memang kondisinya sudah habis semua terbakar. Makanya saya berkoordinasi dengan Ibu Nyimas Novi untuk mengambil tindakan dalam membantu korban kebakaran ini,” sebut Arman Nusah.

Menurutnya, beberapa pihak sudah dihubungi termasuk dinas terkait yang sudah turun langsung melakukan pendataan dan pengecekan, guna memberikan bantuan.

“Bantuan yang paling dibutuhkan saat ini kebutuhan makan minum, alhamdulillah sementara ini sudah dibantu juga. Saat ini kami masih menunggu pihak PLN untuk penyambungan kembali listriknya,” katanya.

Disamping itu, Arman Nusah juga telah membuatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), guna mendapatkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karimun.

“Pekerjaan sehari-hari Wahidin Kahar serabutan, makanya memang perlu dibantu untuk buatkan SKTM,” tambahnya.

Melihat kesigapan Lurah Parit Benut, Arman Nusah yang telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, anggota DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani mengapresiasi sikap kepedulian dan rasa empati pemerintah setempat bersama masyarakat.

“Melalui musibah ini saya melihat semangat gotongroyong masyarakat, yang empati dan sangat tinggi sekali. Maka saya mengapresiasi kepada masyarkaat dan aparat pemerintah mulai dari RT RW Lurah dan Camat. Dengan waktu singkat dan cepat dapat menanggapi semua permasalahan,” kata Nyimas Novi.

Dia pun sudah memastikan dinas terkait dalam memberikan bantuan, yang saat ini sedang berproses.

“Sudah saya tegaskan kepada dinas terkait, agar langsung memberikan bantuan hari ini juga,” ujar Nyimas Novi.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close