KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Wajah Rindi Remuk Tertimpa Ring Basket GOR Badang Perkasa

Korban Dapat 52 Jahitan

RADIOAZAM.ID – Wajah Rindi Ani (19) remuk dan patah hingga mendapat puluhan jahitan, karena tertimpa ring basket, saat tengah mengambil bola volli yang tersangkut, Selasa malam (29/10) di GOR tertutup Badang Perkasa sekira pukul 20.10 WIB.

Kejadian yang menimpa warga Pantai Indah Desa Pangke Kecamatan Meral Barat ini bermula saat dia tengah latihan bola volli bersama rekan satu tim nya, di GOR tertutup Badang Perkasa. Memasuki set kedua, bola pun tersangkut pada ring basket yang tak jauh dari arena lapangan.

Rekan satu tim Rindi Ani, Darni (39) menuturkan, sewaktu mengambil bola yang tersangkut, korban menaiki pundak temannya karena tidak sampai untuk menjangkau ring basket. Setelah tangannya menyentuh bola dan dibuangnya kelantai, teman yang menopangnya terjatuh sementara korban bergelantung pada ring tersebut.

“Saat bergelantung itu lah tiba-tiba ring basket tumbang dan dia ikut terjatuh pada posisi terlentang. Ring basket menimpa wajahnya dan Rindi langsung pingsan. Korban sempat mengeluarkan darah pada bagian belakang kepala dan wajah,” terang Darni saat ditemui di RSUD Muhammad Sani yang tengah menjenguk Rindi, Kamis malam (31/10).

Darni bersama rekan satu tim yang tengah latihan itu, langsung membubarkan diri dan melarikan Rindi ke RSUD Muhammad Sani. Saat masih dalam perjalanan atau tepat didepan Masjid Agung Kabupaten Karimun, korban muntah darah lalu sadarkan diri, perjalanan pun diteruskan.

Setibanya di rumah sakit, korban kembali muntah darah. Ketika ditangani medis dan dilakukan rontgen, ternyata tulang bagian wajahnya patah. Pada tulang hidung mendapatkan 15 jahitan, bagian alis 10 jahitan, bagian belakang kepala 27 jahitan dan beruntung tidak retak. Sehingga total 52 jahitan dari luka yang dialami.

Tidak hanya itu, mata kanan Rindi bergeser sehingga menyebabkan tidak dapat melihat sama sekali. Mata kiri pun tidak begitu berfungsi, meski dapat melihat namun tidak begitu jelas seperti kabus.

Disebutkan Darni, GOR tertutp Badang Perkasa memang kerap digunakan para tim volli, untuk melakukan latihan bersama pada malam hari, sama seperti tim nya dari Kampung Pantai Indah Desa Pangke Kecamatan Meral Barat, dengan sistim sewa per satu malam Rp250.000, sehingga seluruh tim patungan agar dapat sama-sama latihan.

“Kami cuma latihan dan memang sering di GOR, tidak ada turnamen sih. Tapi biasanya tidak kenapa-kenapa ketika ring itu dibuat bergelantungan oleh tim volli putra, saat melakukan pemanasan. Tapi ini perempuan yang bergantung seperti itu tiba-tiba terjatuh dan menimpanya, padahal bobot tubuhnya lebih kecil,” tambah Darni.

Rindi Ani korban tertimpa ring basket saat latihan volli di GOR Badang Perkasa pada Selasa malam (29/1), harus mendapat 52 jahitan dan kini masih terbaring di RSUD M Sani

Saat ini, putri pertama pasangan Sandi dan Sofia ini masih terbaring di kamar 502 RSUD Muhammad Sani. Menurut keterangan dokter yang menangani, karena RSUD Muhammad Sani tidak sanggup menangani luka yang dialami korban, sehingga harus dirujuk ke Singapura atau ke rumah sakit yang ada di Bandung-Jawabarat.

“Dokter menyarankan harus segera dibawa ke Bandung, tapi keluarga korban dari kalangan tak mampu, sehingga masih berdiskusi. Memang biaya berobatnya pakai BPJS, tapi pasti butuh biaya juga saat perjalanan dan selama berada di Bandung. Alhamdulillah juga kami langsung dibantu oleh anggota DPRD Karimun, Ibu Nyimas Novi Ujiani. Sudah berkoordinasi dengan tim medis dan besok kami selesaikan administrasi untuk proses rujukan,” ujarnya.

Sementara, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani yang menjenguk korban, mengaku keberadaan sarana olagraga di GOR Badang Perkasa mulai tidak aman, dan membahayakan nyawa para atlet.

“Ini perlu dievaluasi, besok saya akan panggil Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Karimun untuk membahasnya. Jangan sampai ada korban lagi,” kata Nyimas Novi.

Ketua Komisi II DPRD Karimun ini juga mengaku sudah berupaya melakukan koordinasi dengan Kepala Dispoara Pemkab Karimun, Sukari, namun belum berhasil dihubungi.

“Sampai malam ini saja tak ada satu pun dari Dispora Kabupaten Karimun yang menjenguk korban. Padahal mereka main di lapangan itu sistim sewa. Jangan cuma mau ambil uang sewa lapangan saja, tapi tak ambil tahu tentang kecelakaan ini,” tegas Nyimas.

Dia juga mempertanyakan perawatan sarana dan prasarana GOR tertutup, sehingga menimbulkan korban dan mencelakai atlet untuk latihan.

“Jangan sampai ada korban lagi, jangan ada lagi Rindi yang lain ikut tertimpa alat olahraga lainnya,” pungksnya.

Nyimas Novi juga ikut mengawal persoalan tersebut, bahkan dia juga memastikan bahwa Rindi Ani akan langsung diberangkatkan ke Bandung pada Jumat siang (1/11), setelah administrasi di RSUD Muhammad Sani selesai.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close