KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Warga Sei Bati Terpaksa Dipasung Karena Kerap Mengamuk

Nyimas Novi Kerahkan Pihak Terkait Bawa Ibrahim ke RSJ Pekanbaru

RADIOAZAM.COM – Seorang pria bernama Ibrahim bin Nemil terpaksa dipasung oleh masyrakat Sei Bati Kecamatan Tebing, karena mengalami gangguan jiwa berat dan kerap mencederai serta merusak peralatan warga.

Pada kaki pria 70 tahun itu terpasang rantai ukuran besar sepanjang tiga meter, lalu ditautkan di tiang rumah tak berdinding. Tepatnya pada rumah karyawan di lokasi pencetak batu bata bakar, di RT 003 RW 003 Sei Bati Kelurahan Pamak Kecamatan Tebing.

Menurut informasi dari warga setempat, Ibrahim sudah beberapa kali akan diurus ke Dinas Sosial untuk dapat ditangani dan diantarkan berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pekanbaru. Namun diakui masyarakat, pemerintah tampak tak respon dan dioper kesana kemari, sampai tak menemukan titik terang.

Kabar itu sampai juga ke telinga anggota DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani, yang kebetulan dua orang warga mendatangi kediamannya dan menceritakan keberadaan serta kondisi Ibrahim.

“Hari ini kita datangi langsung dan mengcek keberadaan Pak Ibrahim bin Nemil. Ternyata tidak punya identitas apapun. Sementara kondisinya seperti yang kita lihat, tidak normal atau gangguan jiwa. Ini gaweannya Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Selagi dia masih warga Indonesia, wajib diurus dan hari ini saya sengaja turun tangan langsung agar semua dinas terkait sama-sama bekerja,” kata Nyimas Novi saat menjenguk Ibrahim yang sedang dipasung, Senin (9/9).

Setelah mengetahui kondisi Ibrahim, semua pihak terkait dihubungi untuk sama-sama mencari solusi agar Ibrahim dapat ditangani dan dikirim ke RSJ Pekanbaru. Mulai dari Puskesmas Tebing, Lurah Pamak, perangkat RT setempat, warga, Dinas Sosial dan terakhir langsung mengawal surat rujukan dari RSUD Muhammad Sani, sebagai bekal untuk dibawa ke RSJ Pekanbaru.

“Tak mungkin kita biarkan meskipun katanya pendatang, terlebih tak ada identitas dan dapat dikategorikan sebagai orang terlantar. Saya sudah lapor ke Pak Wabup Karimun, agar ada solusi. Semua stakeholder harus keroyokan bantu Pak Ibrahim. Jaminan berobatnya adalah Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, karena tidak ada identitas dan dikategorikan terlantar,” jelas Nyimas Novi.

Dia juga meminta kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kabupaten Karimun agar memperketat pengawasan di Perdaruk, yang telah disiagakan di pintu keluar Pelabuhan Tanjungbalai Karimun.

Anggota DPRDKabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani menyalami Ibrahim warga Sei Bati Kecamatan Tebing, yang dipasung karena mencelakai warga, Senin (9/9)

“Perdaruk diperketat lagi, setiap yang datang itu harus ada identitas. Yang tidak punya identitas diintrogasi lebih lanjut dan kalau tidak jelas ya kembalikan ke asalnya. Kalau tidak ya seperti ini, kategori terlantar lalu sengaja dioper ke tempat kita agar dibantu, mungkin pemerintah ditempatnya tinggal tidak dipedulikan. Ini bicara fungsi Perdaduk,” tegasnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Tebing, Aristo Wibowo yang turut serta melihat kondisi Ibrahim mengatakan, karena kategori terlantar maka dijamin pemerintah, dalma hal ini sebagai jaminan adalah Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun.

“Prosedurnya, kami dari Puskesmas Tebing memberikan surat rujukan ke RSUD Muhammad Sani, lalu dilanjutkan ada surat rujukan lanjutan untuk diteruskan ke RSJ Pekanbaru. Sebagai jaminan adalah Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Ada dana jaminan orang terlantar di Dinas Sosial,” kata Bowo.

Dalam kesempatan itu Bowo mengaku sudah tiga kali mengontrol kondisi kesehatan Ibrahim. Dengan hasil bahwa fisiknya dinyatakan sehat dan tidak ada sakit sama sekali.

“Kalau sudah deal seluruh surat-surat administrasi selesai, sore ini kita suntik dulu, kemudian besok pagi menjelang kita bawa ke Pekanbaru kita suntik lagi. Rencananya akan menggunakan kapal laut, karena kalau kategori sakit jiwa seperti ini tidak dibenarkan naik pesawat,” tutup Bowo.

Sore hari, seluruh surat menyurat berhasil diselesaikan, baik dari Dinas Sosial soal jaminan, serta dari Dinas Kesehatan. Sehingga akan dapat diantarkan menuju RSJ Pekanbaru pada Selasa pagi (10/9).(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close