KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Warga Ungar Pasang 500 Lampu Pelita, Hidupkan Kembali Tradisi Menjelang Hari Raya Idul Fitri

RADIOAZAM.ID – Sebanyak 500 lampu colok atau lampu pelita berbahan bakar minyak, meriahkan malam 27 atau malam 7 likur, di Kelurarhan Alai Kecamatan Ungar, Sabtu malam (7/5).

Ratusan lampu minyak tersebut dipasang berbentuk ornamen Masjid, tepatnya pada tanah kosong milik warga di RW 007 tak jauh dari jalan menuju pemakaman umum Kelurahan Alai.

Ketua RW 007 Kelurahan Alai, Syafrizal mengatakan, 500 lampu minyak itu dipasang sampai pada malam hari raya Idul Fitri.

“Ini merupakan tradisi sejak lama di kampung-kampung, saat akhir-akhir Ramadhan. Di Kecamatan Ungar sendiri sejak Covid sudah mulai hilang, dan tahun ini kami hidupkan kembali tradisi tersebut,” ujar Syafrizal, Senin (10/5).

Dia mengatakan, maksud dari lampu pelita itu adalah untuk memeriahkan dalam menyambut hari raya Idul Fitri.

Dikatakan Syafrizal, bahan akar yang digunakan untuk menyalakan lampu pelita biasanya menggunakan minyak tanah. Namun karena kondisi saat ini minyak tanah mulai sulit didapat, maka terpaksa menggunakan minyak solar.

“Dalam satu malam untuk menyalakan 500 lampu pelita, menghabiskan minyak solar sebanyak tiga jerigen,” tambah Syafrizal.

Semua kebutuhan dalam menyalakan ratusa lampu pelita tersebut, bersumber dari anggaran swadaya masyarakat setempat. Bahkan termasuk juga kaleng bekas untuk membuat pelita, juga bersumber dari swadaya masing-masing rumah warga, sehingga terkumpul sebanyak 500 buah pelita.

Kemeriahan diakhir Ramadhan tidak hanya disambut oleh masyarakat di RW 007, tapi juga masyarakat di Laut Jambu Kelurahan Alai, yang mencoba menyemarakkannya dengan membuat gapura.

Hanya saja, berbeda dengan masyarakat di RW 007, warga di Laut Jambu membuat gapura dengan penerangan berupa lampu hias yang dicolokkan ke listrik. Kemudian dibungkus dengan kertas dan akan menambah keindahannya.

Salah seorang warga Laut Jambu, Syahrul mengatakan, lampu yang menghiasi gapura Laut Jambu juga merupakan swadaya masyarakat setempat.

“Kami juga ingin memeriahkan malam 7 likur, meski tidak menggunakan lampu pelita, tapi paling tidak dengan lampu listrik ini ikut meramaikan suasana kampung saat menyambut hari raya Idul Fitri,” katanya.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close