KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Waspada DBD di Karimun Semakin Tinggi, Sudah Capai 670 Kasus

4 Orang Pasien DBD Meninggal Dunia

RADIOAZAM.ID – Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karimun semakin tinggi, hingga saat ini sudah mencapai 670 kasus per awal September 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi mengatakan, angka 670 kasus DBD tersebut merupakan data terbatu yang tercatat pada minggu pertama bulan September ini. Dari data terbaru itu, empat orang diantaranya meninggal dunia.

“Jumlah kasus DBD per minggu kemarin terus meningkat, sekarang sudah mencapai 670 dan empat orang diantaranya meninggal dunia,” ujar Rahmadi, Senin (12/9/2022).

Dari jumlah tersebut, kasus paling tinggi berada di Kecamatan Meral, disusul Kecamatan Karimun, kemudian Kecamatan Tebing, Kecamatan Meral Barat dan Kecamatan Kundur.

Meskipun kasus DBD di Kabupaten Karimun sangat tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun Rahmadi belum menetapkan hal tersebut sebagai status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kondisi ini berbeda dengan tahun 2014 silam dengan jumlah 215 kasus DBD, sehingga Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun waktu itu menetapkan status KLB.

Rahmadi menjelaskan, belum ditetapkannya status KLB atas kasus DBD yang semakin tinggi pada tahun 2022 ini, karena kasus DBD ditahun sebelumnya atau 2021 terbilang stabil meskipun terjadi kenaikan tahunini namun tidak signifikan.

Jika dibandingkan dengan tahun 2021 lalu, kasus DBD di Kabupaten Karimun mencapai 481 orang, angka tersebut terjadi peningkatan sebanyak 189 kasus, dengan total hingga saat ini pada triwulan ketiga mencapai 670 kasus.

“Belum ditetapkan KBL, karena memang kondisinya stabil, artinya stabil naik tapi tidak terjadi peningkatan secara signifikan. Karena penetapan KLB itu tidak ditentukan ada peningkatan secara siginifikan dibandingkan dalam periode tahun sebelumnya, maupun dari bulan sebelumnya. Adapun penetapan KLB ditahun 2014 lalu, karena pada tahun sebelumnya atau tahun 2013 waktu itu memang kasus DBD terbilang kecil, lalu tahun berikutnya sangat tinggi,” jelas Rahmadi.

Dalam kesempatan itu Rahmadi menghimbau masayrakat untuk dapat menerapkan 3 M plus. Disamping itu juga ditopang dengan gerakan menabur bibit ikan kecil, yang memakan jentik nyamuk pada penampungan air.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah menyediakan bubuk abate yang dititipkan di seluruh Puskesmas se Kabupaten Karimun, masyarakat yang membutuhkan dipersilahkan datang ke masing-masing Puskesmas dan tidak diperjual belikan alias diberikan secara gratis.

“Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar segera membawa pasien DBD ke layanan kesehatan dalam hal ini di Puskesmas maupun rumah sakit. Kasus yang terjadi sekarang ini rata-rata kondisi pasien sudah Dengue Shock Sindrom (DSS), artinya sudah terlambat baru dibawa ke rumah sakit atau puskesmas, sehingga pasien meninggal dunia,” imbuhnya.

Menurut Rahmadi pula, tingginya kasus DBD di Kabupaten Karimun juga dipicu akibat cuaca yang berubah-ubah, namun lebih cenderung kondisi basah atau musim hujan yang tidak menentu. Sehingga ikut berdampak pada tingginya kasus DBD.

“Untuk kasus DBD rata-rata anak-anak, tapi secara menyeluruh sudah mencakup semua usia atau kalangan,” pungkas Rahmadi.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close