KARIMUNSEPUTAR KEPRITERKINI

Zona Hijau, Karimun Masih Harus Waspada Terhadap Daerah Tetangga

Kasus Covid 19 di Batam dan Pekanbaru Belum Aman

RADIOAZAM.ID – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, meski Kabupaten Karimun saat ini masuk zona hijau dalam masa pandemik covid 19, namun masih harus tetap waspada. Karena daerah tetangga seperti Kota Batam dan Pekanbaru-Riau masih banyak kasus positif.

Hal itu disampaikan Rafiq saat melantik Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sungai Ungar dan Desa Sungai Sebesi Kecamatan Kundur, di Gedung Balai Srigading Tanjungbatu Kecamatan Kundur, Rabu (10/6).

“Kasus positif di Kabupaten Karimun tercatat ada lima orang dan semuanya sudah sembuh, lalu kita sudah masuk zona hijau, namun belum aman. Karena wilayah sekitar Kabupaten Karimun seperti Kota Batam dan Pekanbaru-Riau masih banyak kasus positif covid 19,” ujar Rafiq.

Kendati demikian, Rafiq mengaku telah mengeluarkan kebijakan untuk menggeliatkan kembali perekonomian di Kabupaten Karimun, dengan memberikan izin bagi restoran, minimarket, pasar tradisional, kedai kopi bahkan tempat ibadah untuk dibuka, namun dengan syarat harus mentaati protokol kesehatan.

Saat ini juga lanjut Rafiq, Kabupaten Karimun telah menuju new normal life, sehingga dapat dibiasakan rutinitas seperti kehidupan normal yang baru, namun harus tetap mengenakan masker, jaga jarak antara satu dengan yang lainnya, dan selalu cuci tangan dengan sabun.

“Saya persilahkan kepada masyarakat kabupaten Karimun untuk beraktifitas seperti biasa, tapi tetap disiplin pada aturan protokol kesehatan,” pesannya.

Dalam kesempatan itu ia juga berpesan kepada para BPD dan Kepala Desa agar dapat saling bekerjasama dan mendukung perencanaan pembangunan desa.

“Jangan sampai saling mengintai kesalahan. Seandainya ini yang terjadi, maka saya yakin tidak akan ada pembangunan yang bisa dilakukan, bahkan terbengkalai karena hanya mengutamakan ego masing-masing,” ujar Rafiq.

Dalam proses pelantikan tersebut, Rafiq meminta agar ada beberapa rangkaian kegiatan dapat dikurangi atau ditiadakan, seperti penyerahan Surat Keputusan (SK), yang nantinya akan diberikan setelah kegiatan seremoni selesai.(agn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close