Breaking News

Penumpang Makin Sepi, Supir Angkot Tanjungbatu-Selat Beliah Tetap Bertahan Demi Nafkahi Keluarga

0 0

RADIOAZAM.ID – Pendapatan yang kian menurun karena makin sepinya penumpang, tak menyurutkan semangat Laudek, warga Kilometer 8 Kelurahan Tanjungbatu Barat Kecamatan Kundur untuk tetap menjalani profesinya, sebagai supir angkot.

Ia bersama sekitar 30 rekan se profesinya tetap mengaspal dengan trayek Tanjungbatu-Selat Beliah, hanya sekedar untuk mencukupi keperluan keluarganya, karena tak ada lagi yang bisa diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Laudek menceritakan, sepinya penumpang diakibatkan tidak dibukanya pintu masuk menuju Malaysia, sehingga warga Tanjungbatu yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke negara tetangga tak lagi bolak balik Karimun ke Selat Beliah.

“Kalau tak narik dapur tak ngebul. Ini saja hampir seharian saya keluar dari pagi, baru dapat Rp45.000, masih belum ketutup uang bensin yang saya beli Rp75.000. Nasib-nasiban juga biasanya ada lebih, biasanya pas-pasan, tapi tak jarang juga nombok uang bensin pun tak cukup,” cerita supir angkot Selat Beliah-Tanjungbatu bernama Laudek, Sabtu (12/9).

Dikatakan Laudek, jika supir yang melakukan sistim setoran kepada pemilik angkot, bisa dipastikan tidak akan sanggup dengan kondisi sepi seperti sekarang ini. Sehingga rata-rata yang bertahan hanyalah supir yang punya angkot sendiri atau yang tidak melakukan setoran.

“Sudah lah tidak ada yang berangkat kerja ke Malaysia, sekarang anak sekolah pun tidak lagi ke sekolah, biasanya tiap pagi dan siang kita nunggu anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah. Sekarang, hanya betul-betul mengharapkan orang yang akan ke Karimun melalui pelabuhan Selat Beliah,” ungkapnya.

Terkadang, paling ramai penumpang yang dibawanya dari Tanjungbatu ke Selat Beliah hanya tiga orang, dengan jarak tempuh sekitar 45 kilometer. Jika hanya satu orang yang menaiki angkotnya ke Selat Beliah, maka Laudek akan berputar-putar terlebih dahulu disektiaran Kota Tanjungbatu untuk mencari penumpang lebih dari satu orang. Jika berada di Pelabuhan Selat Beliah dalam kondisi sepi, karena penumpang kapal yang baru tiba telah menyiagakan kendaran pribadinya, maka mau tidak mau Pria 45 tahun ini terpaksa menunggu kedatangan kapal dari Karimun pada jadwal berikutnya.

Menurutnya, sebelum masa pandemi Covid 19, ada lebih dari 50 supir angkot yang sehari-hari mengaspal trayek Tanjungbatu-Selat Beliah dan sebaliknya.

“Saat ini hanya tersisa sekitar 30 orang yang masih konsisten meski kondisi semakin sulit. Mudah-mudahan pandemi Covid 19 ini segera berakhir, dan masyarakat Tanjungbatu sudah diperbolehkan lagi masuk Malaysia, sehingga kami para supir angkot pun tentu akan bergairah,” harapnya.

Tersisa hanya tinggal 30 orang yang masih bertahan sebagai supir angkot, dikarenakan sekitar 20 orang yang beralih profesi rata-rata karena sistim setoran kepada pemilik angkot. Sehingga ketika pendapatan menurun, maka terpaksa berhenti nyupir dan beralih profesi sebagai pekerja kasar dan sebagainya.

“Sekarang ini kerja apa saja yang penting bisa menghidupi keluarga. Kerja kasar saja banyak yang berebut seperti kuli bangunan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, akses menuju Pulau Karimun dapat ditempuh melalui tiga pelabuhan di Pulau Kundur, pertama dari Pelabuhan Syahbandar Tanjungbatu yang jadwal kapalnya hanya pada jam tertentu, dan sehari hanya ada empat kali menuju Karimun, dengan harga tiket Rp60.000 sudah termasuk boarding.

Kemudian dari Pelabuhan Urung Kecamatan Kundur Utara yang jadwalnya sekitar satu atau dua jam sekli menuju Karimun, dengan harga tiket Rp35.000, namun untuk menuju kesana harus menggunakan angkot dengan biaya Rp15.000. Sedangkan dari pelabuhan Selat Beliah di Kecamatan Kundur Barat, jadwal kapal setiap 30 menit atau 40 menit sekali, dari pagi pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.45 WIB, dengan harga tiket Rp22.000, namun untuk menuju pelabuhan tersebut perlu menggunakan angkot dengan tarif Rp30.000 per orang.(agn)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *